Modal kerja (skripsi dan tesis)

memiliki arti yang sangat penting bagi operasional suatu
perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan modal kerjanya, agar dapat meningkatkan likuiditasnya. Kemudian, dengan terpenuhi modal kerja, perusahaan juga dapat memaksimalkan perolehan labanya.
Menurut Kasmir (2016:252), secara umum arti penting modal kerja bagi
perusahaan terutama bagi kesehatan keuangan perusahaan, yaitu sebagai berikut:
1. Kegiatan seorang manajer keuangan lebih banyak dihabiskan di dalam
kegiatan operasional perusahaan dari waktu ke waktu. Ini merupakan
manajemen modal kerja.
2. Investasi dalam aktiva lancar cepat dan sering kali mengalami
perubahan serta cenderung labil. Sedangkan aktiva lancar adalah
modal kerja perusahaan, artinya perubahan tersebut akan berpengaruh
terhadap modal kerja. Oleh karena itu, perlu mendapat perhatian yang
sungguh-sungguh dari manajer keuangan.
3. Dalam praktiknya sering kali bahwa separuh dari roral aktiva
merupakan bagian dari aktiva lancar yang merupakan modal kerja
perusahaan. Dengan kata lain, jumlah aktiva lancar sama atau lebih
dari 50% dari total aktiva.
4. Bagi perusahaan yang relative kecil, fungsi modal kerja amat penting.
Perusahaan kecil, relative terbatas untuk memasuki pasar modal besar
dan jangka panjang. Pendanaan perusahaan lebih mengandalkan pada
utang jangka pendek, seperti utang dagang, utang bank satu tahun
yang tentunya dapat mempengaruhi modal kerja.
5. Terdapat hubungan yang sangat erat antara pertumbuhan penjualan
dengan kebutuhan modal kerja. Kenaikan penjualan berkaitan dengan
tambahan, piutang, persediaan dan juga saldo kas. Demikian pula
sebaliknya apabial terjadi penurunan penjualan, akan berpengaruh
terhadap komponen dalam aktiva lancar.
Menurut Kasmir (2016:253), tujuan manajemen modal kerja bagi
perusahaan adalah sebagai beikut:
1. Guna memenuhi kebutuhan likuiditas perusahaan.
2. Dengan modal kerja yang cukup perusahaan memiliki kemampuan
untuk memenuhi kewajiban pada waktunya.
3. Memungkinkan perushaan untuk memiliki persediaan yang cukup
dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggannya.
4. Memungkinkan perusahaan utnuk memperoleh tambahan dana dari
para kreditor, apabila rasio keuangannya memenuhi syarat.
5. Memugkinkan perusahaan memberikan syarat kredit yang menarik
minat pelanggan, dengan kemampuan yang dimilikinya.
6. Guna memaksimalkan penggunaan aktiva lancar guna meningkatkan
penjualan dan laba.
7. Melindungi diri apabila terjadi krisis modal kerja akibat turunnya nilai
aktiva lancar, serta
8. Tujuan lainnya.