Modal kerja sangat diperlukan dalam menjalankan kegiatan usaha. Setiap perusahaan membutuhkan modal kerja dalam melakukan kegiatan operasional sehari-hari. Untuk menunjang setiap aktivitas yang ada dalam suatu perusahaan, modal kerja yang cukup dan baik dalam kualitas maupun kuantitas sangat diperlukan karena dengan adanya modal kerja ini, perusahaan tidak akan mengalami kesulitan dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi atau masalah keuangan sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan baik dan optimal agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Menurut Kasmir (2016:250), menyatakan bahwa: Modal kerja adalah modal yang digunakan untuk melakukan kegiatan operasi perusahaan. Modal kerja juga dapat diartikan sebagai investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka pendek, seperti kas, surat-surat berharga, piutang, persediaan dan aktiva lancar lainnya. Ada tiga macam konsep modal kerja yang dikemukakan oleh Kasmir (2016:250) dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, yaitu: 1. Konsep Kuantitatif Konsep kuantitatif, menyebutkan bahwa modal kerja adalah seluruh aktiva lancar. Dalam konsep ini adalah bagaimana mencukupi kebutuhan dana untuk membiayai operasi perusahaan jangka pendek. Konsep ini sering disebut dengan modal kerja kotor (gross working capital). 2. Konsep Kualitatif Konsep kualitatif, merupakan konsep yang menitikberatkan kepada kualitas modal kerja. Konsep ini melihat selisih antara jumlah aktiva lancar dengan kewajiban lancar. konsep ini sering disebut modal kerja bersih (net working capital). 3. Konsep fungsional Konsep fungsional menekankan kepada fungsi dana yang dimiliki perusahaan dalam memperoleh laba. Artinya sejumlah dana yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk meningkatkan laba perusahaan. Semakin banyak dana yang digunakan sebagai modal kerja seharusnya dapat meningkatkan perolehan laba. Demikian sebaliknya, jika dana yang digunakan sedikit, laba pun akan menurun. Akan tetapi, dalam kenyataannya terkadang kejadiannya tidak selalu demikian. Berdasarkan konsep ketiga modal kerja tersebut, maka dapat diketahui bahwa modal kerja menurut kuantitatif adalah jumlah seluruh aktiva lancar. Modal kerja menurut kualitatif adalah aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar sedangkan dalam konsep fungsional hanya memfokuskan pada fungsi dari dana yang dimiliki oleh perusahaan dalam menghasilkan laba. Pada penulisan laporan akhir ini, penulis menggunakan konsep kualitatif atau net working capital dalam mendefinisikan modal kerja.
