Citra merupakan tujuan utama yang ingin dicapai oleh seorang public relations. Menurut Alma (2007:375) Citra adalah kesan yang dipikirkan dan yang diketahui oleh seseorang atau kelompok mengenai suatu hal, baik perusahaan maupun produknya yang diperoleh melalui pengalaman. Citra merupakan penilaian individu maupun masyarakat dari aktivitas yang dilaksanakan oleh perusahaan. Suatu perusahaan harus melakukan hubungan dengan masyarakat yang termasuk dalam wilayah usaha agar memperoleh citra yang positif. Citra tidak dapat diukur secara sistematis tetapi dampaknya dapat dirasakan melalui tanggapan positif atau negatif dari publik. Menurut Bill Canton, Citra adalah kesan, perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau organisasi. Citra terbentuk dari persepsi individu yang berasal dari proses akumulasi kepercayaan sehingga membentuk suatu opini publik. Membangun dan memperbaiki Citra harus berdasarkan pada realitas, maksudnya adalah citra tidak hanya apa yang dikomunikasikan, tetapi juga harus sesuai dengan realitas. Dikatakan Citra yang baik berarti masyarakat mempunyai kesan positif terhadap perusahaan. Citra positif lebih memudahkan perusahaan untuk berkomunikasi secara efektif dan membuat publik lebih memahami. Sedangkan citra yang kurang baik berarti masyarakat mempunyai kesan negatif terhadap perusahaan dan membuat komunikasi antar perusahaan dan publik menjadi tidak efektif. Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa citra itu ada tetapi tidak dapat digambarkan secara fisik karena citra hanya ada di dalam pikiran kita. Dengan demikian bukan berarti citra tidak bisa diketahui dan diubah, citra dapat diubah namun perubahan citra relatif lambat.
