Brand Association (Asosiasi Merek) (skripsi dan tesis)

Brand association (asosiasi merek) adalah suatu hal yang mencerminkan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut produk, geografis, harga, pesaing, dan lain lain (Aaker, 2013:208). Kesan-kesan yang terkait dengan merek akan semakin meningkat dengan banyaknya pengalaman konsumen dalam mengkonsumsi suatu merek atau dengan semakin seringnya penampakan suatu merek dalam strategi komunikasinya. Asosiasi merek akan membantu konsumen dan memberikan alasan pembelian terhadap konsumen terkait dengan atribut merek dan manfaatnya sehingga mereka melakukan keputusan pembelian (Chen et al., 2013). Suatu merek yang telah mapan akan memiliki posisi menonjol dalam persaingan bila didukung oleh berbagai asosiasi yang kuat (Durianto dkk., 2004:61). Asosiasi merek dapat menciptakan suatu nilai bagi perusahaan dan para pelanggan, karena dapat membantu penyusunan informasi untuk membedakan merek yang satu dengan merek yang lain (Silaban dan Marselia, 2016). Menurut (Durianto dkk., 2004:69) dalam prosesnya, terdapat banyak kemungkinan asosiasi dan variasi dari brand association yang dapat memberikan nilai bagi suatu merek, baik dipandang dari sisi perusahaan maupun dari sisi pengguna. Berbagai fungsi asosiasi merek tersebut adalah: 1) Membantu proses penyusunan informasi 2) Memberikan landasan yang penting bagi upaya pembedaan suatu merek dari merek lain 3) Membangkitkan berbagai atribut produk atau manfaat bagi konsumen yang dapat memberikan alasan spesifik bagi konsumen untuk membeli dan menggunakan merek tersebut 4) Merangsang suatu perasaan positif yang pada gilirannya akan berpengaruh ke merek yang bersangkutan 5) Menghasilkan landasan bagi suatu perluasan dengan menciptakan rasa kesesuaian antara merek dan produk baru, atau dengan menghadirkan alasan untuk membeli produk perluasan tersebut. Asosiasi-asosiasi yang terkait dengan suatu merek biasanya dihubungkan dengan beberapa hal yaitu: atribut produk, atribut tidak berwujud, manfaat bagi pelanggan, harga relatif, penggunaan, pengguna/pelanggan, orang terkenal/khalayak, gaya hidup/kepribadian, kelas produk, para pesaing, dan negara/wilayah geografis. (Aristyani dan Yasa, 2013) menyatakan bahwa indikator yang digunakan dalam brand association adalah cita rasa tinggi, volume banyak, ciri khas yang masuk kedalam atribut produk. (Widiananta dan Wardana, 2016) menyatakan bahwa merek tekenal termasuk dalam atribut tak berwujud dan harga terjangkau termasuk ke dalam harga relatif. Jadi brand association merupakan kesan yang dimiliki oleh suatu merek untuk menarik perhatian konsumen