Pemasaran 4.0 (skripsi dan tesis)

Dunia pemasaran kini terus berkembang di era digital dan melahirkan pendekatan pemasaran baru yaitu pemasaran 4.0. Pemasaran 4.0 merupakan pendekatan pemasaran yang menggabungkan interaksi online dan offline antara perusahaan dan pelanggan. Selain itu juga memadukan gaya dan substansi dalam membangun merek, dan akhirnya melengkapi konektivitas mesin ke mesin dengan sentuhan manusia ke manusia untuk memperkuat keterlibatan pelanggan. Pemasaran 4.0 membantu pemasar beralih ke ekonomi digital yang mendefinisikan ulang konsep kunci dari pemasaran. Pemasaran digital dan pemasaran tradisional dimaksudkan untuk dipadukan dengan tujuan mendapatkan advokasi pelanggan (Philip Kottler dalam Kertajaya dan Setiawan 2018:43). Sebelum hadi pemasran 4.0 lebih dulu dikenal pemasaran 1.0 yang berfokus pada produk atau disebut product centric era. Dimana para produsen membuat produk yang bagus kemudian diarahkan sesuai keinginannya dan tidak memperhatikan keiginan konsumen. Pemasaran 2.0 adalah pemasaran yang berfokus pada customer centric era. Dalam hal ini produsen mencari konsumen kemudian mempelajari need and want konsumen. Setelah itu produsen membuat produknya. Pemasaran 3.0 adalah pemasaran yang berfokus pada kemanusiaan human centric era. Disini produsen memperhatikan produk dan konsumen.  Kegiatan pemasaran diarahkan tidak hanya fungsional dan emosional tetapi lebih ke spiritual. Sehingga pelaku usaha lebih memperhatikan aktifitas kemanusiaan dan nilai-nilai universal. Dan yang terbaru yakni hadir pendekatan pemasaran 4.0. (Philip Kottler dalam Kertajaya dan Setiawan 2018:43). Dalam pemasaran 4.0, digital marketing tidak benar-benar menggantikan pemasaran tradisonal. Sebaliknya, keduanya hadir bersama atau yang lebih dikenal dengan coexist. Keduanya saling mengisi peran satu sama lain, khusunya dalam perjalanan pelanggan atau customer path. Pada tahap awal interaksi antara perusahaan dan pelanggan, pemasaran tradisional memainkan peran penting dalam membangun kesadaran dan minat. Saat interaksi tersebut berlanjut menjadikan pelanggan menuntut hubungan yang lebih erat dengan perusahaan. Pemasaran digital menjadi sangat penting karena mendorong tindakan dan penganjuran. Selain itu pemasaran digital lebih akuntabel daripada pemasaran tradisional yang lebih memperkarsai interaksi dengan pelanggan (Philip Kottler dalam Kertajaya dan Setiawan 2018:49).