Perikanan Budidaya (skripsi dan tesis)

Perikanan budidaya pada masa mendatang akan menjadi penopang utama
sektor perikanan. Seperti kita ketahui bersama bahwa perikanan tangkap dunia
termasuk Indonesia menghadapi berbagai tantangan mulai dari illegal fishing
sampai kepada over fishing. Sehingga ikan air laut semakin susah untuk
didapatkan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan, pilihannya jatuh
kepada produk dari perikanan budidaya.
Dalam Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan Atas
Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan menjelaskan
pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan,
dan/atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang
terkontrol, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat,
mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan/atau
mengawetkannya. Sedangkan menurut Bardach, dkk. (1972) budidaya perikanan
atau akuakultur merupakan upaya produksi biota atau organisme perairan
melalui penerapan teknik domestikasi (membuat kondisi lingkungan yang mirip
dengan habitat asli organisme yang dibudidayakan), penumbuhan hingga
pengelolaan usaha yang berorientasi ekonomi.
Secara garis besar, kegiatan aquaculture dibagi menjadi dua bagian, yaitu
kegiatan kegiatan produksi on farm dan kegiatan off farm. Kegiatan produksi on
farm terdiri dari pembenihan dan pembesaran, sedangkan kegiatan off farm
antara lain meliputi pengadaan prasarana dan sarana produksi, penangganan
hasil panen, dan distribusi hasil (antara lain transportasi ikan hidup), serta pada
bagian pemasaran (Effendy, 2004). Kegiatan budidaya perikanan diawali dengan
tahap pembenihan. Secara definisi pembenihan diartikan sebagai suatau
kegiatan pemeliharaan yang bertujuan untuk menghasilkan benih dan
selanjutnya benih yang dihasilkan menjadi komponen input bagi kegiatan
pembesaran. Sehingga tahap pembenihan merupakan tahap yang menentukan
dalam kegiatan usaha budidaya perikanan.
Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk, pemijahan induk,
penetasan telur, pemeliharaan larva dan benih, serta kultur pakan alami
(Effendy,2004). Pemeliharaan induk bertujuan untuk menumbuhkan dan
mematangkan gonad (sel telur dan sperma). Sehingga induk tersebut siap untuk
dipijahkan. Manipulasi lingkungan maupun makanan dapat diterapkan untuk
pematangan gonad induk ikan. Setelah induk mencapai kematangan gonad
kegiatan selanjutnnya diteruskan dengan tahap pemijahan. Pemijahan induk
adalah proses pembuahan telur oleh sperma. Proses pemijahan dapat
berlangsung secara alami dan bantuan, sehingga masing-masing disebut
pemijahan alami dan pemijahan buatan. Dalam pemijahan alami, telur dibuahi
oleh sperma didalam air setelah dikeluarkan oleh induk betina sedangkan pada
pemijahan buatan, pembuahan telur oleh sperma dilakukan oleh bantuan
manusia. Setelah tahap pemijahan dilanjutkan dengan tahap penetasan telur dan
pemeliharaan larva.
Penetasan telur bertujuan untuk mendapatkan larva, untuk itu telur hasil
pemijahan diambil dari bak pemijahan kemudian diinkubasikan dalam media
penetasan. Pemeliharaan larva merupakan kegiatan yang paling menentukan
keberhasilan suatu pembenihan, hal ini disebabkan sifat larva yang merupakan
stadia paling kritis dalam siklus hidup biota budidaya. Situasi kritis lebih
disebabkan oleh penyediaan pakan (alami/buatan) yang sesuai dengan bukaan
mulut larva ikan. Penyediaan pakan alami melalui teknologi kultur pakan alami
sangat dibutuhkan untuk melewati masa kritis stadia larva. Produk akhir dari
tahap pembenihan ini berupa benih yang siap dipergunakan sebagai komponen
input kegiatan pembesaran.