Kepercayaan Kognitif (skripsi dan tesis)

Menurut (Colquitt, LePine, Piccolo, Zapata, dan Rich, 2012) dalam Gobena dan
Van Dijke (2016) kepercayaan kognitif melibatkan penilaian rasional dan sadar
terhadap rekam jejak kepercayaan dan reputasi untuk keandalan, dapat diuji, dan
profesionalisme. Menurut (Berman, 1996; Carnevale, 1995; Hardin, 1998; La Porte
dan Metlay, 1996; McAllister, 1995; Ruscio, 1996; Shurtleff, 1998) dalam (Kim, n.d.)
Kepercayaan ini mengacu pada keputusan kognitif oleh individu-individu yang
bersedia melakukan diskriminasi berdasarkan penilaian kepercayaan mereka terhadap
pemerintah. Keputusan dapat dibuat dari sejumlah aspek yang berbeda seperti
pengaruh, sikap, dan penilaian kognitif. Kepercayaan ini memperlakukan kepercayaan
atau ketidakpercayaan dengan pihak lain sebagai keputusan rasional berdasarkan
pengalaman. Kepercayaan kognitif melibatkan penilaian yang kalkulatif dan
instrumental. Sehingga, kepercayaan berbasis kognitif tumbuh atas dasar persepsi
terhadap kompetensi, dan keterandalan. Kepercayaan berbasis kognisi dapat
memainkan peran yang jelas dalam hubungan antara pemerintah dan warga pembayar
pajak dalam situasi di mana track record kinerja pemerintah meyakinkan pembayar
pajak untuk melihat pemerintah mereka kompeten dan peduli tentang kesejahteraan
mereka (Gobena dan Marius, 2016)