Menurut Rahadi dalam Rachbini 2017, perusahaan dalam mengimplementasikan Supply Chain Management (SCM), bertujuan untuk meningkatkan daya saing yang diwujudkan dalam peningkatan kinerja operasional. Pembagian informasi (Information sharing) merupakan elemen penting dalam Supply Chain Management, karena dengan adanya pembagian informasi yang transparan dan akurat dapat mempercepat proses rantai pasokan mulai dari supplier sampai ke pasar atau ke tangan konsumen. Berbagi informasi adalah kunci untuk menghasilkan hubungan yang sukses. Ketika karyawan memiliki komitmen untuk saling berbagi informasi, maka hubungan internal karyawan antar departemen juga baik. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Fawcett (2007) bahwa hubungan yang dekat dan berkualitas dapat dibangun melalui berbagi informasi ketika perusahaan ingin berbagi tujuan bersama dan membangun karyawan yang aktif (hubungan kolaborasi yang baik). Jadi untuk menjalin hubungan antar karyawan diperlukan komunikasi yang terbuka, di mana komunikasi yang terbuka disebabkan oleh adanya aliran informasi yang tepat dalam organisasi Information Sharing (pembagian informasi) adalah aliran komunikasi secara terus menerus antara mitra kerja baik formal maupun informal dan berkontribusi untuk suatu perencanaan serta pengawasan yang lebih baik dalam sebuah rangkaian (Miguel dan Brito dalam mandasari dan Widiartanto, 2016). Menurut Chopra dan Meindl dalam mahardika 2014, informasi harus memiliki beberapa karakteristik agar dapat berguna dalam mengambil keputusan rantai pasok : 1. Akurat. Untuk mengambil keputusan yang baik, Informasi harus menggambarkan kondisi yang sebenarnya dan dapat dipercaya. 2. Tepat. Mempertimbangkan informasi apa saja yang sesuai dan dibutuhkan oleh perusahaan. 3. Dapat diakses pada saat dibutuhkan. Untuk dapat digunakan pada saat dibutuhkan informasi harus dapat diakses dengan baik dan benar, sehingga dapat membantu dalam mengambil keputusan. Keberhasilan Supply Chain sangat tergantung kepada sistem informasinya, dengan adanya informasi partner bisnis dalam rantai pasok dapat diperhitungkan (Pujawan dan Mahendrawathi, 2010). Kurangnya koordinasi dari pihak-pihak yang terlibat dalam supply chain akan menimbulkan distorsi Informasi yang disebut dengan fenomena Bullwhip 11 Effect (Parwati dan Andrianto, 2009). Sedangkan Bullwhip Effect itu sendiri didefinisikan oleh Susilo dalam mahardika 2014 sebagai peningkatan variabilitas permintaan yang terjadi pada setiap Level Supply Chain sebagai akibat adanya distorsi informasi. Handfield dan Nicholas dalam mahardika 2014, mengatakan bahwa informasi yang tidak akurat atau informasi yang terdistorsi pada setiap level Supply Chain dari bawah ke atas dapat menimbulkan beberapa masalah penting,diantaranya : 1. Persediaan yang berlebihan 2. Hilangnya pendapatan 3. Turunnya tingkat kepuasan konsumen 4. Pengiriman yang tidak efektif 5. Kesalahan dalam penjadwalan produksi 6. Penggunaan sumber daya yang tidak efisien Information Sharing adalah intensitas dan kapasitas perusahaan dalam interaksinya untuk saling berbagi informasi kepada partner berkaitan dengan strategi-strategi bisnis bersama. Information Sharing juga memungkinkan anggota rantai pasok untuk mendapatkan, menjaga, dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan untuk memastikan pengambilan keputusan manjadi efektif, dan merupakan faktor yang mampu mempererat elemen-elemen kolaborasi secara keseluruhan oleh karena itu kemacetan industri dapat dikurangi dengan adanya Information Sharing (Simatupang & Sridharan dalam mahardika, 2014). Pembagian Informasi (Information Sharing) merupakan elemen penting dalam Supply Chain Management, karena adanya pembagian informasi yang transparan dan akurat dapat mempercepat pemrosesan rantai pasokan dari Supplier ke pasar dan sampai pada tangan konsumen (Rahadi, 2012). Menurut Rahadi 2012, implementasi dari Information Sharing dapat diukur dengan melalui: 1. Membagi informasi dalam segi produksi. 2. Bertukar informasi secara berkesinambungan. 3. Setiap ada kegiatan penting selalu memberikan informasi kepada seluruh pihak yang terkait dalam rantai pasokan. 4. Informasi yang dimiliki dapat bermanfaat bagi semua pihak yang terkait.
