Pemain Utama Manajemen Rantai Pasokan (skripsi dan tesis)

Ada beberapa pemain utama yang merupakan perusahaan
yang mempunyai kepentingan yang sama (Anwar, 2011), yaitu:
1) Chain 1: Supplier
Jaringan bermula dari sini, yang merupakan sumber yang
menyediakan bahan pertama, dimana rantai penyaluran baru
akan mulai. Bahan pertama ini bisa dalam bentuk bahan baku,
bahan mentah, bahan penolong, barang dagangan, suku cadang
dan lain-lain.
2) Chain 1-2: Supplier-Manufactures
Manufaktur atau bentuk lain yang melakukan pekerjaan
membuat, mempabrikasi, mengasembling, merakit dan
mengkonveksikan, atau pun menyelesaikan (finishing).
Hubungan kedua rantai tersebut sudah mempunyai potensi untuk
melakukan penghematan. Penghematan dapat diperoleh dari
inventories bahan baku, bahan setengah jadi dan bahan jadi yang
berada di pihak supplier, manufacturer dan tempat transit
merupkan target untuk penghematan ini.
3) Chain 1-2-3: Supplier-Manufactures-Distribution
Barang yang sudah dihasilkan oleh manufactures sudah mulai
harus disalurkan kepada pelanggan. Walaupun sudah tersedia
banyak cara untuk menyalurkan barang kepada pelanggan, yang
umum adalah melalui distributor dan ini biasanya ditempuh oleh
sebagian besar supply chain.
4) Chain 1-2-3-4: Supplier-Manufactures-Distribution-Retail
Outlet
Pedagang besar biasanya mempunyai fasilitas gudang sendiri
atau dapat juga menyewa dari pihak lain. Gudang ini digunakan
untuk menyimpan barang sebelum disalurkan lagi ke pihak
pengecer. Disini ada kesempatan untuk memperoleh
penghematan dalam bentuk jumlah inventoris dan biaya gudang
dengan cara melakukan desain kembali pola pengiriman barang
baik dari gudang manufacture maupun ke toko pengecer.
5) Chain 1-2-3-4-5: Supplier-Manufactures-Distribution-Retail
Outlet-Customer
Para pengecer atau retailer menawarkan barang langsung kepada
para pelanggan atau pembeli atau pengguna barang langsung.
Yang termasuk retail outlet adalah toko kelontong, supermarket,
warung-warung dan lain-lain.