Mitigasi risiko (risk mitigation) disebut juga sebagai penanganan risiko. Pada tahapan ini risiko ditangani sampai batas yang dapat diterima. Hal ini bertujuan untuk mengurangi akibat dari risiko yang sudah teridentifikasi. Tindakan penanganan risiko dilakukuan dengan cara mewawancarai para ahli bidang tersebut, curah pendapat, dan penyebaran kuisioner. Sehingga di dapat penanganan terhadap risiko dominan dengan kategori unacceptable (tidak dapat diterima) dan undesirable (tidak diharapkan) (Norken,dkk 2015). 1. Risk retention (menahan risiko) Tindakan untuk menahan risiko ini dilakukan karena dampak dari risiko tersebut masih dalam batas yang dapat diterima. 2. Risk reduction (mengurangi risiko) Tindakan ini dilakukan untuk memahami risiko itu sendiri, dan melakukan usaha pencegahan pada sumber risiko serta mengkombinasikan tindakan sehingga konsekuensi risiko yang diperkirakan terjadi dapat berkurang dan tidak terjadi Risk Mitigation Risk Retention Risk Reduction Risk Transfer Risk Avoidance secara simultan. Pengurangan risiko ini biasanya masih menyisakan risiko (risiko sisa) tetapi masih pada tingkat konsekuessi yang dapat diterima. 3. Risk transfer (memindahkan risiko) Tindakan ini dilakukan dengan memindahkan sebagian atau seluruh risiko yang mungkin terjadi kepada pihak lain yang memiliki kemampuan untuk memikul atau mengendalikannya. 4. Risk avoidance (menghindari risiko) Menghindari risiko dilakukan dengan menghindari aktivitas yang tingkat kerugiannya tinggi atau dengan melakukan penolakan.
