Seseorang dalam bekerja melibatkan kemampuan yang
dimilikinya, serta dipengaruhi oleh nilai-nilai harapan, dan nilai-nilai yang
berbeda, oleh karena itu antara satu orang dengan orang yang lain akan
menunjukan menunjukan cara kerja yang berbeda-beda. Seseorang yang
yang memiliki etos tinggi diasumsikan memiliki kecerdasan spiritual yang
lebih baik daripada seseorang dengan etos kerja rendah. Tinggi rendahnya
etos kerja dapat diketahui dengan berbagai indikator.
Menurut Moehadjir (2000) etos kerja yang tinggi akan nampak
dalam bentuk seperti kerja dengan rasa puas, tidak mudah lesu, saling
membantu, kerja tambahan dikerjakan tanpa mengeluh, kekurangan alat
dan biaya serta keahlian diterima dengan penuh perhatian, sebaliknya
seseorang dengan etos kerja rendah diasumsikan akan mudah putus asa
dalam bekerja, kurang disiplin, cepat mengeluh dan tidak bekerjasama.
Mustansyir (1993) mengutip pendapat Myrdal tentang tiga belas
aspek manusia industri, antara lain :
a. Efisien
b. Ketekunan atau kerajinan
c. Keteraturan
d. Ketepatan waktu
e. Kejujuran
f. Sederhana
g. Rasional dalam mengambil keputusanh. Kegesitan dalam memanfaatkan waktu dan kesempatan-kesempatan
yang muncul
i. Pandai memanfaatkan peluang dalam menghadapi perubahan dunia
j. Melaksankan usaha secara energik
k. Integritas dan percaya pada diri sendiri
l. Sikap menjalin kerjasama
m. Mau memandang jauh ke depan
Cherington (Hadipranata, 2000) menyebutkan bahwa tinggi
rendahnya etos kerja seseorang dapat dilihat dari tiga indikator, antara
lain:
a. Kerja sebagai kewajiban moral dan religius untuk mengisi
kehidupannya.
Setiap orang memiliki penilaian dan pandangan yang berbeda
tentang kerja. Ada sebagian orang yang bekerja hanya didasarkan pada
keinginan untuk memenuhi kenutuhan hidupnya, namun ada juga
sebagian orang yang mempunyai pandangan bahwa bekerja merupakan
bentuk kepatuha terhadap Tuhan atau kewajibannya. Dasar berpijak
yang dimiliki oleh seseorang ini sangat mempengaruhi prestasi
seseorang dalam bekerja. Pekerjaan yang dilakukan dengan dilandasi
oleh pertimbangan moral merupakan pekerjaan bermoral. Menurut
Dhurkheim (Cheppy, 1988) pekerjaan bermoral mempunyai tiga
komponen pokok :
1) Menghargai kedisiplinan
2) Dapat menempatkan diri dalam kelompok maupun masyarakat
3) Mengetahui alasan tertentu akan perbuatan atau tingkah lakunya
