Karakteristik Wirausaha (skripsi dan tesis)

Banyak ahli menjabarkan karakteristik kewirausahaan dengan
konsep yang berbeda-beda. Meredith mengemukakan karakteristik dan
watak seorang wirausahawan antara lain sebagai berikut:
a. Percaya diri dan optimis, memiliki watak kepercayaan diri yang
kuat, ketergantungan terhadap orang lain, dan bersikap individual.
b. Berorientasi pada tugas dan hasil, memiliki kebutuhan untuk
berprestasi, berorientasi pada keuntungan finansial, mempunyai motivasi yang kuat, energik, tekun, tabah, memilliki tekad untuk
bekerja keras, dan inisiatifnya tinggi.
c. Berani mengambil risiko dan menyukai tantangan, dan mampu
mengambil risiko yang wajar.
d. Memiliki jiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang
lain, dan terbuka terhadap saran dan kritik dari orang lain.
e. Orisinalitas tinggi, memiliki watak inovatif, kreatif, dan fleksibel.
f. Berorientasi, memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan
Sukardi mengemukakan bahwa seorang wirausaha yang
berhasil mempunyai karakteristik psikologik tertentu, antara lain:
a. Supel dan fleksibel dalam bergaul, mampu menerima kritik dan
mampu melakukan komunikasi secara efektif dengan orang lain.
b. Mampu memanfaatkan peluang usaha yang ada.
c. Berani mengambil risiko yang telah diperhitungkan sebelumnya
mengenai sesuatu yang akan dikerjakan serta menyenangi tugas
yang dikerjakan secara efektif bersama orang lain.
d. Memiliki pandangan ke depan, cerdik, lincah, dan fleksibel
terhadap berbagai macam situasi.
e. Oto-aktivitasnya mampu menemukan sesuatu yang orisinil dari
pemikiran sendiri dan mampu menciptakan hal-hal baru yang
kreatif.
f. Percaya pada kemampuan untuk bekerja mandiri, optimis, dinamis
serta mempunyai kemampuan untuk menjadi pemimpin.
g. Mampu dan menguasai berbagai pengetahuan dan keterampilan
dalam menyusun, menjalankan, dan mencapai tujuan usaha,
manajemen umum dan berbagai bidang pengetahuan lain yang
menyangkut dunia usaha.
h. Memiliki motivasi yang kuat untuk menyelesaikan tugasnya
dengan baik, mengutamakan prestasi, selalu memperhitungkan faktor pendorong dan penghambat, tekun, kerja keras, teguh dalam
pendirian dan memiliki kedisiplinan yang tinggi.
i. Perhatian pada lingkungan sosial untuk mencapai taraf hidup yang
lebih baik bagi semua orang
Zimmerer mengemukakan bahwa terdapat delapan karakteristik
kewirausahaan, antara lain sebagai berikut:
a. Desire for responsibility yaitu memiliki rasa tanggung jawab
terhadap usaha yang dilakukannya, sehingga akan selalu mawas
diri.
b. Preference for moderate risk yaitu selalu berusaha menghindari
berbagai macam risiko, baik risiko kecil maupun risiko yang berat.
c. Confidence in their ability to success yaitu memiliki kepercayaan
diri untuk memperoleh kesuksesan.
d. Desire for immediate feedback yaitu selalu menginginkan umpan
balik dengan segera.
e. High level of energy yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk
mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
f. Future orientation yaitu memiliki orientasi, perspektif dan
wawasan jauh ke depan.
g. Skill at organizing yaitu memiliki keterampilan dalam
mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
h. Value of achievement over money yaitu lebih menghargai prestasi
yang telah dicapai daripada uang atau keuntungan finansial
Menurut Sukardi dalam As’ad menyatakan bahwa keberhasilan
seorang wirausaha apabila ditinjau dari karakteristik psikologi mereka
mempunyai profil psikologis tertentu, yaitu: a. Kepercayaan diri
Percaya terhadap kemampuan diri sendiri untuk bekerja dengan ide
kreatif, bersikap optimis dan dinamis, mempunyai kemampuan
untuk menjadi pemimpin.
b. Bersifat orisinil
Merupakan kemampuan untuk menciptakan hal-hal yang baru,
tidak terikat pada pola-pola yang sudah ada, kreatif dan cakap
dalam berbagai bidang dan mempunyai pernyataan maupun
pengalaman yang cukup banyak
c. Berorientasi pada orang lain
Ciri wirausahawan yang berhasil dalam tindakannya selalu
menggunakan orang lain sebagai umpan balik terhadap apa yang
sudah dikerjakan, baik langsung maupun tidak langsung
d. Berorientasi pada tugas
Merupakan tingkah laku yang bertujuan menjelaskan tugas, adanya
dorongan kuat untuk mengambil risiko dan menerima segala
konsekuensi yang terjadi dari apa yang telah diputuskan
sehubungan dengan tugasnya.
e. Beerorientasi pada masa depan
Memiliki orientasi kedepan mengenai hal-hal yang terjadi dan
mempengaruhi perlakuan dalam usahanya, menunjukkan
kemampuan menganalisa kejadian-kejadian yang akan terjadi
secara rasional berdasarkan informasi dan kegiatan pendukungnya.
f. Berani mengambil resiko
Kemampuan untuk mengambil risiko atas hal-hal yang dikerjakan.
Apabila risiko yang diperoleh adalah sebuah kegagalan, maka
wirausaha harus menganalisis sumber kegagalan atau hambatan
dalam pencapaian tujuan dari semua usaha yang telah
dikerjakannya menurut Imam Ghazali, ada 8 sifat dan perilaku yang terpuji
berwirausaha dalam syari’at Islam, yaitu :
a. Sifat Takwa, Tawakkal, Zikir, dan Syukur, Sifat ini harus dimiliki
oleh wirausahawan karena dengan sifat-sifat itu kita akan diberi
kemudahan dalam menjalankan setiap usaha yang kita lakukan.
Dengan adanya sifat takwa maka kita akan diberi jalan keluar
penyelesaian dari suatu masalah dan mendapat rizki yang tidak
disangka. Dengan sikap tawakkal, kita akan mengalami kemudahan
dalam menjalankan usaha walaupun usaha yang kita jalani
memiliki banyak saingan. Dengan bertakwa dan bertawakkal maka
kita akan senantiasa berzikir untuk mengingat Allah dan bersyukur
sebagai ungkapan terima kasih atas segala kemudahan yang kita
terima. Dengan begitu, maka kita akan merasakan tenang dan
melaksanakan segala usaha dengan kepala dingin dan tidak stress
b. Tidak mengambil laba lebih banyak. Membayar harga yang sedikit
lebih mahal kepada pedagang yang miskin. Memurahkan harga dan
memberi potongan kepada pembeli yang miskin sehingga akan
melipatgandakan pahala. Bila membayar hutang, maka bayarlah
lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan. Membatalkan jual
beli bila pihak pembeli menginginkannya. Bila menjual bahan
pangan kepada orang miskin secara cicilan, maka jangan ditagih
apabila orang tersebut tidak mampu membayarnya dan
membebaskan ia dari hutang apabila meninggal dunia.
c. Jujur. Dalam suatu hadist diriwayatkan bahwa :”Kejujuran akan
membawa ketenangan dan ketidakjujuran akan menimbulkan
keragu-raguan.”(HR. Tirmidzi) Jujur dalam segala kegiatan yang
berhubungan dengan orang lain maka akan membuat tenang lahir
dan batin.
d. Niat Suci dan Ibadah Bagi seorang muslim kegiatan bisnis
senantiasa diniatkan untuk beribadah kepada Allah sehingga hasil
yang didapat nanti juga akan digunakan untuk kepentingan dijalan
Allah
e. Azzam dan bangun Lebih Pagi. Rasul saw mengajarkan agar kita
berusaha mencari rezeki mulai pagi hari setelah shalat subuh.
Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa: ”Hai anakku,
bangunlah!sambutlah rizki dari Rabb-mu dan janganlah kamu
tergolong orang yang lalai, karena sesungguhnya Allah
membagikan rizki manusia antara terbitnya fajar sampai
menjelang terbitnya matahari.”(HR. Baihaqi)
f. Toleransi. Sikap toleransi diperlukan dalam bisnis sehingga kita
dapat menjadi pribadi bisnis yang mudah bergaul, supel, fleksibel,
toleransi terhadap langganan dan tidak kaku.
g. Berzakat dan Berinfak Hadits Rasulullah : “Tidaklah harta itu
akan berkurang karena disedekahkan dan Allah tidak akan akan
menambahkan orang yang suka memberi maaf kecuali kemuliaan.
Dan tidaklah seorang yang suka merendahkan diri karena Allah
melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.”(HR. Muslim).
Dalam hadist tersebut telah diungkapkan bahwa dengan berzakat
dan berinfak maka kita tidak akan miskin, melainkan Allah akan
melipat gandakan rizki kita. Dengan berzakat, hal itu juga akan
membersihkan harta kita sehingga harta yang kita peroleh memang
benar-benar harta yang halal.
Silaturahmi. Dalam usaha, adanya seorang partner sangat
dibutuhkan demi lancarnya usaha yang kita lakukan. Silaturrahmi
ini dapat mempererat ikatan kekeluargaan dan memberikan
peluang-peluang bisnis baru. Pentingnya silaturahmi ini juga dapat
dilihat dari hadist berikut:”Siapa yang ingin murah rizkinya dan
panjang umurnya, maka hendaklah ia mempererat hubungan
silaturahmi.”(HR. Bukhari)