Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik
pribadi, yaitu usia pembeli dan tahap siklus hidup pembeli, pekerjaan,
kondisi ekonomi. Gaya hidup, serta kepribadian dan kondisi ekonomi, gaya
hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
a. Usia dan Tahap Siklus Hidup
Orang membeli akan barang dan jasa yang berbeda sepanjang
hidupnya. Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai dengan
bertambahnya usia. Pembelian dibentuk oleh tahap siklus hidup
keluarga, sehingga pemasar perlu memperhatikan perubahan minat
pembelian yang berhubungan dengan daur siklus hidup manusia.
b. Pekerjaan
Pekerjaan seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya. Dengan
demikian, pemasar dapat mengidentifikasi kelompok yang
berhubungan dengan jabatan seseorang terhadap minatnya akan produk
atau jasa yang akan dibelinya.
c. Kondisi Ekonomi
Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi seseorang.
Kondisi ekonomi meliputi pendapatan yang bisa dibelanjakan (tingkat
pendapatan, stabilitas, dan pola waktunya), tabungan dan kekayaan
(termasuk persentase yang likuid), utang, kemampuan untuk
meminjam, dan sikap terhadap belanja versus menabung.
d. Gaya Hidup
Orang-orang yang berasal dari sub-kultur, kelas sosial, dan pekerjaan
yang sama mempunyai gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup
seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang
tercermin dalam kegiatan, minat, pendapatnya. Konsep gaya hidup
apabila digunakan oleh pemasar secara cermat, akan dapat membantu
untuk memahami nilai-nilai konsumen yang terus berubah dan
bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen.
e. Kepribadian dan Konsep Diri
Setiap orang memiliki kepribadian sendiri yang mempengaruhi
perilaku pembeliannya. Kepribadian dapat diartikan sebagai
karakteristik psikologis yang berbeda dari seseorang yang
menyebabkan respon yang relatif konsisten dan tetap terhadap
lingkungannya. Kepribadian biasanya dijelaskan dengan ciri-ciri
bawaan secara kepercayaan diri, dominasi, otonomi, rasa hormat,
keramahan atau suka bergaul, defensif, dan kemampuan beradaptasi.
Kepribadian bisa menjadi variabel yang berguna dalam menganalisis
perilaku konsumen bila tipe-tipe kepribadian dapat diklasifikasikan
dan jika terdapat korelasi yang kuat antara tipe kepribadian tertentu
dengan pilihan produk atau merek.
