Menurut Sunaryo (2004) faktor yang mempengaruhi perilaku manusia yaitu ;
1. Faktor genetik atau faktor endogen
Faktor genetik atau keturunan merupakan konsepsi dasar atau modal untuk
kelanjutan perkembangan perilaku makhluk hidup itu. Faktor genetik berasal
dari dalam diri individu (endogen), antara lain:
a. Jenis ras, setiap ras didunia memiliki perilaku yang spesifik, saling berbeda
satu dengan yang lainnya.
b. Jenis kelamin, perbedaan perilaku pria dan wanita dapat dilihat dari cara
berpakaian dan melakukan pekerjaan sehari-hari. Pria berperilaku atas dasar
pertimbangan rasional atau akal, sedangkan wanita atas dasar pertimbangan
emosional atau perasaan. Perilaku pada pria disebut maskulin sedangkan
pada wanita disebut feminin.
c. Sifat fisik, kalau kita amati perilaku individu akan berbeda-beda karena sifat
fisiknya, misalnya perilaku individu yang pendek dan gemuk berbeda
dengan individu yang memiliki fisik tinggi kurus.
d. Sifat kepribadian. Salah satu pengertian kepribadian yang dikemukakan
oleh Maramis (1999) adalah “keseluruhan pola pikiran, perasaan, dan
perilaku yang sering digunakan oleh seseorang dalam usaha adaptasi yang
terus menerus terhadap hidupnya”. Kepribadian menurut masyarakat awam
adalah bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu
lainnya.
e. Bakat pembawaan
Bakat merupakan interaksi dari faktor genetik dan lingkungan serta
bergantung pada adanya kesempatan untuk pengembangan.
f. Intelegensi
Intelegensi adalah kemampuan untuk membuat kombinasi, sedangkan
individu yang intelegen yaitu individu yang dalam mengambil keputusan
dapat bertindak tepat, cepat, dan mudah. Sebaliknya bagi individu yang
memiliki intelegensi rendah dalam mengambil keputusan akan bertindak
lambat.
2. Faktor eksogen atau faktor dari luar individu
a. Faktor lingkungan. Lingkungan di sini menyangkut segala sesuatu yang ada
di sekitar individu, baik fisik, biologis maupun sosial.
b. Pendidikan. Secara luas pendidikan mencakup seluruh proses kehidupan
individu sejak dalam ayunan hingga liang lahat, berupa interaksi individu
dengan lingkungannya, baik secara formal maupun informal. Proses dan
kegiatan pendidikan pada dasarnya melibatkan masalah perilaku individu
maupun kelompok.
c. Agama. merupakan tempat mencari makna hidup yang terakhir atau
penghabisan. Agama sebagai suatu keyakinan hidup yang masuk ke dalam
konstruksi kepribadian seseorang sangat berpengaruh dalam cara berfikir,
bersikap, bereaksi, dan berperilaku individu.
d. Sosial ekonomi. telah disinggung sebelumnya bahwa salah satu lingkungan
yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang adalah lingkungan sosial.
Lingkungan sosial dapat menyangkut sosial budaya dan sosial ekonomi.
e. Kebudayaan. merupakan ekspresi jiwa terwujud dalam cara-cara hidup dan
berpikir, pergaulan hidup, seni kesusastraan, agama, rekreasi dan hiburan.
3. Faktor-faktor Lain
a. Susunan Saraf Pusat
Memegang peranan penting karena merupakan sarana untuk memindahkan
energi yang berasal dari stimulus melalui neuron ke system saraf tepi yang
setrusnya akan berubah menjadi perilaku.
b. Persepsi
Merupakan proses diterimanya rangsangan melalui panca indera yang
didahului oleh perhatian (attention) sehingga individu sadar tentang sesuatu
yang ada didalam maupun diluar dirinya.
c. Emosi
Emosi adalah manifestasi perasaan atau efek karena disertai banyak
komponen fisiologik, biasanya berlangsung tidak lama.
