Persepsi Investor (skripsi dan tesis)

Menurut Kotler, persepsi adalah proses memilih, menata, menafsir
stimuli yang dilakukan seseorang agar mempunyai arti tertentu.13
Stimuli adalah rangsangan fisik, visual dan komunikasi verbal dan
non-verbal yang dapat mempengaruhi respon seseorang, Sodik yang
dikutip Suwito. Persepsi tidak hanya tergantung pada sifat-sifat rangsangan fisik,
tetapi juga pada pengalaman dan sikap sekarang dari individu.
Pengalaman dapat diperoleh dari semua perbuatannya di masa lampau
atau dapat pula dipelajari, sebab dengan belajar seseorang akan dapat
memperoleh pengalaman. Hasil dari pengalaman yang berbeda-beda,
akan membentuk suatu pandangan yang berbeda sehingga
menciptakan proses pengamatan dalam perilaku pembelian yang
berbeda pula. Makin sedikit pengalaman dalam perilaku pembelian,
makin terbatas pula luasan interpretasinya. Dan juga persepsi ini ada
hubungannya antara rangsangan dengan medan yang mengelilingi dan
kondisi dalam diri seseorang.
Di dalam otak manusia, terjadi proses psikologis yang
menyebabkan seseorang sadar tentang apa yang dialaminya. Sehingga
menurut Walgito, suatu proses psikologis merupakan suatu persepsi
jika terdapat karakteristik berikut, yaitu adanya obyek yang
dipersepsikan, alat indra (reseptor) dan perhatian.15 Obyek persepsi
dapat berada di dalam maupun di luar individu. Jika obyek persepsi
berada di dalam individu yang mempersepsi, berarti individu tersebut
mempersepsi dirinya sendiri, sehingga ia dapat mengerti dan
mengevaluasi keadaan dirinya sendiri. Namun jika persepsi berada di
luar individu yang mempersepsi, maka obyek persepsi dapat berupa enda-benda, situasi atau manusia sebagaimana di jelaskan Heider
dalam Walgito