Perekonomian dunia pada saat ini
menuntut semua perusahaan untuk
bersaing satu sama lain agar dapat eksis.
Inovasi sangat penting guna mencapai
daya saing di dunia bisnis sejak 1930-
an (Mohsin, Halim, and Ahmad 2015).
Perkembangan teknologi yang dinamis
menjadi salah satu faktor pendukung bagi
perusahaan dalam meningkatkan efisiensi
dan produktivitasnya. Kemampuan untuk
berinovasi dan sifat kompeten perusahaan
dalam meningkatkan produk dan layanan
sangat berperan penting sebagai daya
saing UMKM (Varis and Littunen 2010).
Inovasi didefinisikan sebagai adaptasi dan
implementasi hal baru yang mengarah pada
kemampuan untuk menciptakan ide-ide baru
dan menerapkannya untuk menginprovisasi
produk, layanan, proses, dan prosedur baru
(Bates and Khasawneh 2005). Birkinshaw,
Hamel, dan Mol (2008) berpendapat bahwa
sebagian besar penelitian inovasi telah
berfokus pada berbagai aspek inovasi
teknologi, seperti inovasi produk dan proses.
Dalam artikel review mereka, mereka
membahas jenis inovasi yang relatif kurang
diteliti, yang mereka sebut sebagai inovasi
manajemen, dan mendefinisikan sebagai
penemuan dan pengimplementasian praktik
manajemen, proses, struktur, maupun teknik yang baru dan dimaksudkan untuk
tujuan organisasi lebih lanjut’ (Tango et
al. 2008). Jadi berdasarkan uraian dari
para peneliti terdahulu dapat disimpukan
bahwa innovation performance merupakan
penyesuaian dan penerapan dalam
menciptakan ide-ide baru yang meliputi
produk, layanan, proses, serta praktik
manajemen dimaksudkan untuk tujuan
organisasi.
Menurut Saunila (2017) dalam penelitiannya disebutkan tujuh item untuk
mengukur innovation performance yaitu:
Participatory leadership culture, External
knowledge, Regeneration, Structure, Employee activity, Work climate and wellbeing,
dan Know-how development. Sementara
dalam penelitian yang dilakukan oleh
Janssen et al (2016) innovative performance
dapat diukur dengan: niat, promosi dan
realisasi ide-ide yang berkaitan dengan
peraturan kerja, kelompok kerja, atau
perusahaan dalam mencapaian keuntungan
dari perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa
untuk mengukur innovation performance
dapat menggunakan indikator participatory
leadership culture, external knowledge,
regeneration, employee activity, work climate and wellbeing dan realisasi ide untuk
