Telah begitu banyak penilitian yang secara empiris telah
membahas peran teknologi dalam perkembangan bisnis. Bahkan
penggunaan teknologi merupakan pembahasan yang sangat vital bagi
setiap pelaku bisnis. Hal ini disebabkan oleh keyakinan para pelaku
bisnis akan penggunaan teknologi informasi dapat mempermudah
dalam pengelolaan sumberdaya perusahaan. Hal ini telah
diungkapkan oleh beberapa peneliti antara lain yaitu : Kemampuan
teknologi informasi adalah kemampuan organisasi untuk
menghasilkan nilai bisnis menggunakan aset dan pengetahuan TI-nya
(Chae, Koh, & Park, 2018), kemampuan untuk memobilisasi dan
menggunakan sumber daya berbasis TI dalam kombinasi dengan
sumber daya dan kemampuan organisasi lainnya (Chen, Wang, Nevo,
Benitez-amado, & Kou, 2015), dan kemampuan TI sebagai
kompetensi organisasi utama yang mampu memobilisasi dan
menggunakan sumber daya berbasis TI dalam kombinasi dengan
sumber daya dan kemampuan organisasi lainnya (Ferraris et al.,
2018). Sehingga dapat kita simpulkan bisnis dan kemampuan IT dapat
menjadi sebuah kekuatan untuk perusahaan dalam mengelolah
sumberdaya perusahaan dalam meningkatkan bisnis yang saat ini
sedang digelutinya.
Kemampuan teknologi informasi dapat dilihat dari beberapa
dimensi yaitu fleksibilitas infrastruktur TI, Integrasi TI, penyelarasan
bisnis TI, dan manajemen TI (Chen et al., 2015). infrastruktur TI
adalah kelompok teknologi bersama yang diperlukan untuk fondasi
semua aplikasi bisnis. Selain itu, infrastruktur TI mencakup sumber
daya, artefak, dan alat yang berkontribusi pada akuisisi, pemrosesan,
penyimpanan, distribusi, dan penggunaan informasi (Aydiner,
Tatoglu, Bayraktar, & Zaim, 2019), kemampuan integrasi TI eksternal
mengacu pada kemampuan perusahaan untuk mengeksploitasi sumber
daya TI untuk mengembangkan koneksi berbasis TI tahan lama
dengan mitra bisnis untuk merasakan dan merespons peluang pasar
(Bi et al., 2018), penyelarasan bisnis TI adalab hubungan yang ada
antara TI dan sumber daya lainnya dan kemampuan organisasi yang
memediasi proses penciptaan nilai (Felipe & Leidner, 2019), dan
Manajemen TI mengacu pada kemampuan perusahaan untuk secara
efektif mengimplementasikan kegiatan terkait TI seperti manajemen
proyek TI, pengembangan sistem, serta evaluasi dan pengendalian TI
(Chen et al., 2015).
Dalam sebuah bisnis, TI dapat mengelolah informasi, produk &
proses bisnis agar dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Chae et al.
(2018) mengatakan Peran TI dalam beberapa industri adalah
mengubah cara tradisional dalam berbisnis dengan mendefinisikan
kembali proses dan hubungan bisnis. Industri tersebut mengalami
perubahan dramatis karena perkembangan baru dalam TI termasuk
Internet, aplikasi perusahaan, dan komputasi mobile. Begitupun
dengan (Queiroz, Tallon, Sharma, & Coltman (2017) mengatakan
keunggulan kompetitif dalam NPD tergantung pada kemampuan
dinamis yang diaktifkan TI dan kompetensi fungsional.dan juga
Aydiner et al. (2019) Infrastruktur TI menyediakan akses mudah dan
cepat ke informasi yang diperlukan dan memungkinkan transfer
pengetahuan. Sehingga penggunaan TI dengan tepat dapat menjadi
sebuah keunggulan kompetitif untuk perusahaan.
Namun menurut Chae et al. (2018) ada tiga sudut pandang
berbeda tentang bagaimana kemampuan TI memengaruhi kinerja
perusahaan dalam industri: positif, netral, dan negatif. kemampuan TI
dapat membuat perusahaan rentan untuk beradaptasi karena basis
perusahaan TI warisan yang ada akan meningkatkan biaya pengalihan
mereka dengan mengadopsi teknologi baru. Chen et al. (2013)
mengatakan TI tidak menciptakan nilai bisnis dengan sendirinya dan
harus berinteraksi. Sehingga dibutuhkan faktor lain dalam
mempengaruhi kinerja bisnis..
