Kemampuan unit untuk menyerap pengetahuan eksternal baru tergantung
pada tingkat pengetahuan terkait sebelumnya (Cohen & Levinthal, 1990). Namun,
eksposur semata terhadap pengetahuan eksternal terkait tidak cukup untuk
menginternalisasikannya dengan sukses (Pennings & Harianto, 1992). Selain
sumber pengetahuan sebelumnya (misalnya Verona, 1999), unit perlu
mengembangkan kemampuan organisasi, yang didefinisikan sebagai kemampuan
24
kombinatif (Kogut & Zander, 1992), yang memungkinkan mereka untuk
mensintesis dan menerapkan pengetahuan eksternal yang baru dan diperoleh
(Eisenhardt & Martin,2000; Kogut & Zander, 1992). Kemampuan kombinatif
dalam kemunculannya terdapat kondisi dimana ada jalur tertentu yang harus
selalu diikuti dan terdapat ciri yang telah terperinci; akan tetapi kemampuan
kombinatif menunjukkan fitur umum (Eisenhardt & Martin,
2000:1116). Kesamaan ini melibatkan mekanisme organisasi, seperti lintas
fungsional tim dan partisipasi dalam pengambilan keputusan, yang masingmasing menyediakan cara-cara khusus untuk menangani dimensi absorptive
capacity.
Matusik (2002: 458), terkait struktur formal dan informal dalam
kemampuan perusahaan secara khusus menyoroti pentingnya mekanisme
koordinasi lintas fungsional dalam menciptakan konteks pengetahuan yang
kondusif. Henderson dan Cockburn (1994: 66-67) berpendapat bahwa di samping
mekanisme lintas batas-batas fungsional, kemampuan kombinatif termasuk sistem
kontrol dan nilai-nilai dominan yang mempengaruhi kemampuan untuk
mengakses pengetahuan eksternal baru dan untuk mengintegrasikan pengetahuan
secara fleksibel. Demikian pula, Verona (1999) menyarankan bahwa kemampuan
ditujukan untuk menyerap pengetahuan eksternal sangat terkait dengan struktur
manajerial, sistem, dan hubungan sosial. Namun, hubungan antara mekanisme
organisasi terkait dengan kemampuan kombinasi dan dimensi daya serap masih
belum jelas. Secara spesifik mekanisme organisasi sebagai fitur umum dari
kemampuan kombinatif dan melihat bagaimana mereka mempengaruhi potensi
kapasitas penyerapan dan kapasitas penyerapan yang terealisasi. Untuk menyusun
analisis tersebut, terdapat tiga jenis kemampuan kombinatif, yang terdiri dari : (1)
kemampuan koordinasi, (2) kemampuan sistem, dan (3) kemampuan sosialisasi
(lih. Van den Bosch et al., 1999: 556)
