Semua bidang akuntansi berhubungan dengan informasi keuangan
dan akuntansi menggunakan satuan uang sebagai alat ukur dan hitung.
Akuntansi keuangan (financial accounting) sangat terkait dengan pencatatan
dan pelaporan data dan aktivitas ekonomi suatu perusahaan. Selain laporan
ini berguna bagi manajer, laporan tersebut juga menjadi laporan utama bagi
pemilik usaha, kreditor, badan pemerintah, dan masyarakat.
Akuntansi keuangan terutama penting bagi suatu perseroan
terbatas, dimana terjadi pemisahan (segregation) antara pemilik modal
dengan manajemen, terlebih lagi entitas yang menyangkut kepentingan
publik, antara lain: (1) perusahaan yang menjual saham atau menerbitkan
obligasi di bursa efek, (2) badan usaha milik negara, (3) perusahaan yang
memperoleh pinjaman dari bank, (4) bank, (5) perusahaan asuransi, (6) dana
pensiun, dan lain-lain. Pemangku kepentingan dari entitas yang menyangkut
kepentingan publik tersebut sangat beragam: pemegang saham dan calon
pemegang saham, kreditur dan calon kreditur, serikat kerja, pensiunan,
rekanan, badan otoritas pasar modal, badan pemerintah, manajemen entitas
yang bersangkutan, dan sebagainya.
Laporan keuangan yang disusun oleh manajemen untuk dilaporkan
dan digunakan oleh para pemangku kepentingan yang sangat beragam dan
umumnya di luar manajemen haruslah disusun secara wajar, lengkap,
transparan, dapat dimengerti, dan tidak menyesatkan. Oleh karena itu,
penyusunan laporan keuangan dalam bidang akuntansi keuangan harus
mengacu pada standar akuntansi keuangan yang berlaku.
Akuntansi sebagai suatu sistem informasi keuangan sebagaimana
kelaziman suatu sistem, mempunyai tujuan, unsur-unsur yang terkelola
menurut tata cara tertentu untuk mencapai sebuah tujuan tersebut. Unsurunsur tersebut antara lain meliputi konsep, prinsip, standar, peristilahan
teknis, dokumen, media, prosedur, dan proses yang terkoordinasi dan tertata
secara tertib yang dimulai dari bukti dasar pembukuan, proses pengolahan
data sehingga menghasilkan laporan keuangan.
