Komitmen Organisasi (skripsi dan tesis)

Menurut Shorea Dwarawati (2005:32) komitmen organisasi didefinisikan
sebagai 1) Sebuah kepercayaan pada dan penerimaan terhadap tujuan-tujuan dan
nilai-nilai dari organisasi. 2) Sebuah kemauan untuk menggunakan usaha yang
sungguh-sungguh guna kepentingan organisasi. 3) Sebuah keinginan untuk
memelihara keanggotaan dalam organisasi. Komitmen organisasi cenderung
didefinisikan sebagai suatu perpaduan antara sikap dan perilaku.
Komitmen organisasi menyangkut tiga (3) sikap yaitu, rasa
mengidentifikasi dengan tujuan organisasi, rasa keterlibatan dengan tugas
organisasi, dan rasa kesetiaan kepada organisasi. Komitmen merupakan peristiwa
di mana individu sangat tertarik pada atau mempunyai keikatan terhadap tujuan,
nilai-nilai, dan sasaran majikannya. Komitmen lebih dari sekedar keanggotaan,
karena keikatan meliputi sikap yang sangat menyenangkan majikan dan kesediaan
untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi dalam
mencapai tujuan. Berbagai penelitian memberikan kesimpulan bahwa terjadinya
keikatan (komitmen) menunjuk pada tiga bidang pokok dimana dapat ditemui
faktor pengaruh terhadap keikatan dalam organisasi. Bidang-bidang tersebut
adalah (Shorea Dwarawati, 2005: 32-34) :
a. Karakteristik individu karyawan, yang meliputi masa jabatannya dalam
organisasi, sikap, minat, pendidikan, motif berprestasi dan variasi kekuatan
kebutuhannya

Karakteristik pekerjaan, seperti variasi keahlian, identitas tugas, signifikan
tugas, otonomi, umpan balik, dan kesempatan berinteraksi dengan rekan
sekerja.
c. Pengalaman kerja, seperti keterandalan organisasi yang terlihat dimasa
lampau dengan cara karyawan lainnya memperbincangkan dan
mengutarakan perasaan mereka mengenai organisasi.
Meyer dan Allen (1991) dalam Karina (2004 :40)merumuskan suatu
definisi mengenai komitmen dalam berorganisasi sebagai suatu konstruk
psikologis yang merupakan karakteristik hubungan anggota organisasi dengan
organisasinya dan memiliki implikasi terhadap keputusan individu untuk
melanjutkan keanggotaannya dalam berorganisasi. Berdasarkan definisi tersebut
anggota yang memiliki komitmen terhadap organisasinya akan lebih dapat
bertahan sebagai bagian dari organisasi dibandingkan anggota yang tidak
memiliki komitmen terhadap organisasi.
Komitmen organisasi cenderung didefinisikan sebagai suatu perpaduan
antar sikap dan perilaku. Kalbers dan Fogarty, 1995 dalam Sinta Setiana (2006:
34) menggunakan dua pandangan tentang komitmen organisasional yaitu affective
dan continuance. Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa komitmen
organisasi affective berhubungan dengan satu pandangan profesionalisme yaitu
pengabdian pada profesi, sedangkan komitmen continuance berhubungan secara
positif dengan pengalaman dan secara negative dengan pandangan
profesionalisme kewajiban sosial