Nilai Intrinsik (skripsi dan tesis)

Nilai intirnsik atau nilai sebenarnya adalah nilai yang sesungguhnya dari
suatu saham yang di dasarkan pada kondisi keuangan perusahaan. Nilai intrinsik
(intrinsic value) atau nilai wajar (fair value) menurut Handono (2009:181) adalah:
”nilai sekarang dari serangkaian arus kas yang masuk yang akan
dihasilkan pada masa mendatang”.
Sedangkan menurut Tandelilin (2010:301) nilai intrinsik merupakan:
“nilai saham yang sebenarnya atau seharusnya terjadi”
Disisi lain Jogiyanto (2013:121) juga menyebutkan nilai intrinsik adalah:
“Nilai intrinsik merupakan nilai sebenarnya dari perusahaan”.
Nilai intrinsik nantinya akan dibandingkan dengan harga saham di pasar
(market value) untuk mengetahui apakah harga saham perusahaan dalam kondisi
overvalued, undervalued, atau fairvalued.
Jika nilai intrinsik lebih besar dari harga saham di pasar, ini menunjukan
saham yang bersangkutan lebih kecil dari yang seharusnya dibayar (undervalued).
Sebaliknya, apabila nilai intrinsik lebih kecil dari harga saham di pasar, ini
menunjukan jika saham yang bersangkutan dijual dengan harga yang mahal
(overvalued). Apabila nilai intrinsik sama dengan harga saham di pasar berarti
saham dalam kondisi fairvalued.
Jika nilai intrinsik menunjukan posisi undervalued sebaiknya investor
memutuskan untuk membeli saham tersebut atau ditahan bila saham tersebut telah
dimiliki karena akan ada potensi bahwa harga sahamnya akan naik. Sebaliknya,
apabila nilai intrinsik menunjukkan kondisi overvalued maka tidak dianjurkan
untuk membeli saham tersebut atau bila telah memiliki saham tersebut sebaiknya
dilepas karena mempunyai potensi untuk mengalami penurunan harga. Disisi lain,
apabila nilai intrinsik menunjukan kondisi fairvalued maka mengindikasikan
bahwa saham tersebut sudah diperdagangkan dengan wajar, sesuai dengan kondisi
perusahaan sebenarnya.