Mengembangkan Kapabilitas Eksekutif (skripsi dan tesis)

Permasalahan yang dihadapi dalam banyak proses manajemen
talenta adalah bahwa sebagian besar upaya dihabiskan untuk kegiatan
perencanaan dan perdebatan diantara para eksekutif senior. Sedikit
sekali waktu dan sumber daya yang benar-benar dimanfaatkan secara
proporsional untuk mengembangkan talenta setelah mereka
teridentifikasi.
Banyak perusahaan besar mengirim eksekutif berpotensi tinggi
ke program-program pengembangan yang diselenggarakan oleh
sekolah-sekolah bisnis terkemuka. Program-program yang dalam
banyak kasus berkontribusi bagi pengembangan peserta program
cenderung menjadi investasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan
individu eksekutif yang ada dan tidak menyediakan proses yang
sistematis untuk mengembangkan kapabilitas eksekutif sesuai tuntutan
zaman (Smilansky, 2008).
1. Memberikan Pemahaman (insight)
Akuisisi kompetensi manajerial tergantung pada beberapa
kapabilitas dasar yang diterjemahkan ke dalam akuisisi tingkat
kompetensi baru melalui pemahaman mengenai kekuatan dan
kelemahan seseorang serta kemampuan belajarnya. Dengan
memfokuskan pada pemahaman yang dapat diberikan melalui
bimbingan secara teknis, hal ini memungkinkan eksekutif yang
berpotensi tinggi memperoleh kesempatan untuk berkembang.
Pemahaman adalah proses individu dimana seorang eksekutif,
melalui serangkaian pertemuan dengan pembimbing eksternal atau
ahli psikologi industri, meresapi apa yang perlu ia lakukan untuk
memahami kekuatannya dan membangun kekuatan tersebut agar
mereka bisa menjadi istimewa dalam bidang-bidangnya.
2. Coaching dan Mentoring
Pembinaan atau coaching merupakan bentuk masukan yang paling
lazim bagi eksekutif senior dan bagi eksekutif yang berpotensi
tinggi dalam kelompok talenta. Coaching karyawan-karyawan
kunci menunjukkan tren yang meningkat. Menurut Larson dan
Richburg yang dikutip oleh Berger (2008) bahwa walaupun fokus
pembinaan adalah individu, tetapi keberhasilan implementasinya
bukan hanya dipetik oleh individu, namun juga oleh organisasi.
Manfaat ini dapat berupa kemampuan untuk mempertahankan
talenta yang diperlukan, peningkatan produktivitas, pengembangan
karyawan yang berpotensi tinggi, peningkatan kepuasan karyawan,
dan kemampuan mencapai sasaran organisasi. Selain pembinaan
eksternal, perusahaan yang telah maju menginvestasikan banyak
waktu dan sumber daya untuk manajemen talenta, menggunakan
mentor internal agar para eksekutif di perusahaan berperan
membantu eksekutif lainnya dan membantu mereka untuk
berkembang.
17
3. Action Learning
Beberapa forum strategis membentuk pembelajaran dengan
kegiatan langsung (action learning), dimana para individu
melakukan pertemuan secara periodik, dan diantara pertemuan itu
mereka diharapkan bekerja dalam tim kecil untuk membahas
usulan tertentu atau menguji ide-ide awal.
4. Penugasan Singkat
Penugasan (assignment) ringkas memiliki keuntungan yaitu
individu dalam beberapa bulan dapat memahami isu-isu yang ada
di berbagai unit kerja di dalam perusahaan, memperoleh keahlian
yang akan memperluas wawasannya, serta mengembangkan
kesadaran yang lebih luas. Menurut Handoko (2001) penempatan
karyawan pada posisi manajerial atau sebagai anggota panitia
tertentu untuk jangka waktu yang telah ditetapkan, karyawan
terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalahmasalah organisasional.