Kemudahan Situs Belanja (skripsi dan tesis)

Hal yang menjadi pertimbangan bagi pembeli online adalahfaktor
kemudahan penggunaan. Faktor kemudahan ini terkait dengan bagaimana
operasional bertransaksi secara online. Biasanya calon pembeli akan
mengalami kesulitan pada saat pertama kali bertransaksi online, dan
cenderung mengurungkan niatnya karena faktor keamanan serta tidak
tahucara bertransaksi online. Dilain pihak, ada juga calon pembeli
yangberinisiatif untuk mencoba karena telah mendapatkan informasi tentang
carabertransaksi online. Suatu websiteonline shoppingyang baik adalah
yangmenyediakan petunjuk cara bertransaksi online, mulai dari cara
pembayaran,dan fitur pengisian form pembelian.
Kemudahan penggunaan adalah sebuah tingkatan dimana seseorang
percaya bahwa menggunakan sebuah sistem dapat digunakan dengan mudah
tanpa dibutuhkan banyak usaha. Kemudahaan penggunaan mengacu pada
persepsi pengguna mengenai proses menuju hasil akhir transaksi jual beli
online, dan kemudahan adalah betapa mudahnya menggunakan internet
sebagai sarana dalam jual beli onlinedalam (Adityo, 2011:68).
Adams, R. Ryan Nelson, dan Peter A. Todd (1992) menyatakan bahwa
intensitas penggunaan dan interaksi antara pengguna (user) dengan sistem
juga dapat menunjukkan kemudahan penggunaan. Sistem yang lebih sering
digunakan menunjukkan bahwa teknologi tersebut lebih dikenal, lebih mudah
dioperasikan, dan lebih mudah digunakan oleh penggunanya(dalam Saputri,
2015:122).
Berdasarkan definisi tersebut, konsep kemudahan penggunaan
menunjukkan tingkat dimana seseorang meyakini bahwa penggunaan sistem
informasi yang dalam hal ini adalah situs jual beli online adalah mudah dan
tidak memerlukan usaha yang keras dari pemakainya untuk dapat
menggunakannya. Apabila sistem informasi mudah digunakan, maka
pengguna akan cenderung untuk menggunakan sistem informasi tersebut
dalam berbelanja online.Beberapa indikator kemudahan penggunaan, yaitu
(Adityo, 2011:60):
1. Teknologi informasi sangat mudah dipelajari (easy to use).
2. Teknologi informasi mengerjakan dengan mudah apa yang diinginkan
oleh pengguna (easy to get the system to do what user want to do).
3. Tidak dibutuhkan banyak usaha untuk berinteraksi dengan teknologi
informasi (doesn’t require a lot of mental effort).