Kualitas website mempengaruhi impulse buying melalui hedonic shopping motivation (skripsi dan tesis)

Seseorang yang memiliki kecenderungan berbelanja karena niat hedonic, lebih sering menghabiskan banyak waktu menjelajahi sebuah website, dalam proses menjelajahi sebuah website seseorang akan mendapatkan pengalaman–pengalam baru dan dapat menilai bagus tidaknya sebuah website. Rangsangan–rangsangan yang didapat akan membuat seseorang melakukan pembelian secara tidak terencana. Berdasarkan tinjuan penelitian terdahulu tentang Model berbasis S-O-R, kualitas website dirasakan mewakili lingkungan toko virtual sedangkan variabel seperti kenikmatan belanja dan browsing berfungsi sebagai mediator dalam model (Floh & Madlberger, 2013). Menutut (Opaloǧlu & Topaloglu, 2012) nilai hedonis adalah penentu niat konsumen untuk mencari dan membeli, dapat dikatakan bahwa niat dalam pencarian memiliki dampak langsung pada niat pembelian. (Changa, Eckmanb, & Yanb, 2011) menyatakan bahwa desain toko online mendorong   konsumen untuk melakukan pencarian yang menyenangkan dan mendapat kenikmatan belanja untuk membuat lebih banyak pembelian. Kualitas website berpengaruh positif terhadap perilaku impulse buying (Cao, y., Ajjan, H. and Hong, 2018). Respons emosional positif konsumen, karakteristik sosial berinteraksi dengan motivasi hedonis sebagai moderator dalam mempengaruhi emosi konsumen.