Tristiadi, 2016) Faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku seks diluar
nikah pada remaja adalah :
- Usia
Semakin bertambanya usia seseorang maka akan mempengaruhi
kematangan seksualnya. Perubahan-perubahan hormonal yang terjadi pada
remaja dapat meningkatkan hasrat seksual.Peningkatan hasrat seksual
membutuhkan penyaluran dakm bentuk tingkah laku seksualnya (Sarwono,
2013). - Jenis Kelamin
Perkembangan seksual pada remaja perempuan dan remaja laki-laki
berbeda-beda. Dorongan seksual remaja laki-laki lebih kuat dan lebih aktif
dalam mencari obyek seksual. Remaja perempuan lebih membutuhkan
suatu ikatan yang kuat dan lebih lama dalam hubungan dengan lawan
jenisnya.Remaja laki-laki cenderung menekan dan memaksakan remaja
perempuan untuk berhubungan seksual sehingga pada remaja perempuan
kadang terjadi trauma (Sarwono, 2014). - Paparan Media Pornografi
Perkembangan teknologi setiap tahun nya semakin maju dan
semakin mudah untuk didapat. Setiap orang dimanapun berada mereka
dapat dengan mudah mengakses informasi dengan cepat mulai berbagai
media seperti elektronik yaitu internet, smartphone, video porno, media
elektronik banyak dipakai untuk menyebarluaskan berbagai tindakan
pornografi. Remaja saat ini ingin lebih tehu, mencoba, dan meniru setiap
apa yang didapat dari media tersebut. Perkembangan hormonal pada
remaja akan menimbulkan keinginan mereka untuk mencoba melakukan
aktivitas seksual (Sarwono, 2013) - PengaruhTeman Sebaya
Masa remaja lebih cenderung untuk memiliki teman yang banyak
dan berkelompok. Mereka berkelompok berdasarkan kesamaan yang ada
pada pribadi mereka masing-masing. Setiap remaja dalam kelompoknya
sangat memperhatikan solidaritas, sehingga sekelompok remaja biasanya
sering memberikan tantangan kepada temannya untuk membuktikan
solidaritas mereka. Tantangan yang diberikan terkadang tidak sesuai
dengan hokum dan norma seperti untuk menggunakan narkoba,
berpacaran, mencium pacranya hingga dorongan untuk melakukan
hubungan seksual (Sarwono, 2013) - Ketaatan Agama
Agama membentuk moral dan keyakinan pada setiap orang.
Seseorang yang mentaati agamanya akan cenderung berprilaku sesuai
dengan norma dan memberikan efek positif pada setiap orang, tetapi jika
sesorang tidak mentaati agamanya maka akan mudah terpengaruh untuk
berprilaku tidak sesuai norma, sehingga pada remaja dapat mempengaruhu
mereka untuk melakukan prilaku seksual (Azinar, 2013) - Tingkat Pengetahuan Seksual
Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu sesorang terhadap objek
melalui indera yang dimiliki seperti mata, hidung, telinga, dan sebagainya
(Notoatmodjo, 2014).
Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi meliputi system
reproduksi, fungsi system reproduksi, bahaya aborsi, dan penyakit menular
seksual. Remaja yang memiliki pengetahuan yang baik tentang reproduksi
dan prilaku seksual maka akan memikirkan dampak yang terjadi saat
melakukan hubungan seksual pada usia muda (Notoatmodjo, 2015). - Komunikasi Orang tua
Peran orang tua sangat penting dalam hal membentuk perilaku
seorang anak terutama dalam hal komunikasi dan memberikan
pengetahuan kepada anak tentang seksualitas. Kurangnya komunikasi
orang tua terhadap anak akan menyebabkan anak tidak terbuka dan
memendam setiap masalah yang ada pada dirinya. Jika komunikasi tentang
seksualitas pada orang tua dan anak baik, maka anak akan mengerti dan
tidak melakukan perilaku seksual sebelum waktunya (Sarwono, 2014). - Kontrol Diri
Kontrol diri merupakan pengeturan proses fisik, psikologis, dan
perilaku sesorang. Seseorang yang dapat mengontrol dirinya dengan baik
mak akan memperhatikan perilakunya yang sesuai dengan norma. Usia
remaja merupakan usia yang masih belum bisa mengontrol dirinya
sehingga akan berdampak pada perilakunya yang tidak sesuai dengan
norma seperti melakukan hubungan seksual (Khairunnisa, 2013)
