Menurut Rekha dan Kamalanbhan (2012) beberapa faktor yang menjadi
penyebab keinginan karyawan untuk berpindah (turnover intention) antara lain:
- Kepuasan kerja
Kepuasan kerja merupakan factor yang mempengaruhi turnover intention.
Aspek kepuasan yang ditemukan berhubungan dengan keinginan individu
untuk meninggalkan perusahaan meliputi kepuasan gaji, promosi, supervisor,
rekan kerja dan kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri. - Komitmen organisasi
Komitmen organisasi merupakan tingkat dimana karyawan mengkaitkan
dirinya dengan suatu organisasi tertentu dan sasarannya, dan berhadap
mempertahankan keanggotaan dalam organisasi. Semakin tinggi komitmen
maka keinginan seseorang maka keinginan untuk meninggalkan perusahaan
semakin rendah. - Keadilan dalam mengambil keputusan
Keadilan dalam mengambil keputusan dalam suatu perusahaan juga termasuk
factor yang mempengaruhi turnover intention. Jika karyawan merasa bahwa
adanya ketidakadilan dalam pengambilan keputusan mereka cenderung untuk
memiliki pemikiran untuk keluar dari perusahaan. - Dukungan organisasi
Faktor yang mempengaruhi turnover intention yang terakhir yaitu adanya
dukungan dari perusahaan. Ketika seorang berfikir bahwa tidak adanya
dukungan dari perusahaan maka akan menjadikan alasan untuk berhenti dari
tempat kerjanya.
Selain faktor di atas, menurut Dr. Kasmir, S.E, M.M (2016) dalam buku
Manajemen Sumber Daya Manusia, terdapat beberapa variabel yang
mempengaruhi hubungan dan pengaruh terhadap kompensasi atau sebaliknya
yakni terhadap : - Motivasi kerja
- Semangat kerja
- Suasana kerja
- Jenjang karir
- Komitmen
- Kepuasan kerja
- Kinerja
- Loyalitas
- Turnover karyawan
- Kualitas kerja
- Efesiensi biaya
Turn over karyawan memiliki hubungan yang sangat erat dengan
kompensasi atau sebaliknya. Jika kompensasi dibayar secara wajar dan benar,
maka niat karyawan untuk keluar dari perusahaan dapat diminimalkan. Karyawan
akan terus bertahan dan tidak berpikir untuk meninggalkan perusahaan. Demikian
pula sebaliknya jika kompensasi tidak dibayar secara layak dan wajar, maka
karyawan tentu akan berusaha keluar dan memilih perusahaan yang membayar
kompensasi seperti yang diinginkannya
