Faktor-faktor yang Mempengaruhi Turnover Intention



Menurut Rekha dan Kamalanbhan (2012) beberapa faktor yang menjadi
penyebab keinginan karyawan untuk berpindah (turnover intention) antara lain:

  1. Kepuasan kerja
    Kepuasan kerja merupakan factor yang mempengaruhi turnover intention.
    Aspek kepuasan yang ditemukan berhubungan dengan keinginan individu
    untuk meninggalkan perusahaan meliputi kepuasan gaji, promosi, supervisor,
    rekan kerja dan kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri.
  2. Komitmen organisasi
    Komitmen organisasi merupakan tingkat dimana karyawan mengkaitkan
    dirinya dengan suatu organisasi tertentu dan sasarannya, dan berhadap
    mempertahankan keanggotaan dalam organisasi. Semakin tinggi komitmen
    maka keinginan seseorang maka keinginan untuk meninggalkan perusahaan
    semakin rendah.
  3. Keadilan dalam mengambil keputusan
    Keadilan dalam mengambil keputusan dalam suatu perusahaan juga termasuk
    factor yang mempengaruhi turnover intention. Jika karyawan merasa bahwa
    adanya ketidakadilan dalam pengambilan keputusan mereka cenderung untuk
    memiliki pemikiran untuk keluar dari perusahaan.
  4. Dukungan organisasi
    Faktor yang mempengaruhi turnover intention yang terakhir yaitu adanya
    dukungan dari perusahaan. Ketika seorang berfikir bahwa tidak adanya
    dukungan dari perusahaan maka akan menjadikan alasan untuk berhenti dari
    tempat kerjanya.
    Selain faktor di atas, menurut Dr. Kasmir, S.E, M.M (2016) dalam buku
    Manajemen Sumber Daya Manusia, terdapat beberapa variabel yang
    mempengaruhi hubungan dan pengaruh terhadap kompensasi atau sebaliknya
    yakni terhadap :
  5. Motivasi kerja
  6. Semangat kerja
  7. Suasana kerja
  8. Jenjang karir
  9. Komitmen
  10. Kepuasan kerja
  11. Kinerja
  12. Loyalitas
  13. Turnover karyawan
  14. Kualitas kerja
  15. Efesiensi biaya
    Turn over karyawan memiliki hubungan yang sangat erat dengan
    kompensasi atau sebaliknya. Jika kompensasi dibayar secara wajar dan benar,
    maka niat karyawan untuk keluar dari perusahaan dapat diminimalkan. Karyawan
    akan terus bertahan dan tidak berpikir untuk meninggalkan perusahaan. Demikian
    pula sebaliknya jika kompensasi tidak dibayar secara layak dan wajar, maka
    karyawan tentu akan berusaha keluar dan memilih perusahaan yang membayar
    kompensasi seperti yang diinginkannya