Teori yang paling umum digunakan dalam penelitian mengenai dampak
praktik manajemen SDM pada kinerja organisasi adalah teori AMO (Boselie et al.,
2005). Teori AMO menunjukkan bahwa praktik manajemen SDM dapat
meningkatkan modal karyawan pada sebuah perusahaan melalui peningkatan
kemampuan manusia ke dalam hasil kerja, seperti produktivitas yang lebih tinggi,
pengurangan pemborosan, keuntungan dan kualitas yang lebih tinggi (Appelbaum
et al., 2000). Berdasarkan teori AMO, SDM berperan melalui peningkatan:
- Kemampuan, pada teori ini SDM berperan untuk meningkatkan
kemampuan karyawan dengan menarik dan mengembangkan kinerja
tinggi para karyawan. - Motivasi, teori ini menyatakan bahwa peran SDM adalah untuk
meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan melalui kesempatan
pemberian penghargaan atau rewards dan manajemen kinerja yang
efektif. - Kesempatan, teori ini menyatakan bahwa peran SDM juga termasuk
menyediakan kesempatan kepada karyawan untuk terlibat dalam
berbagai pengetahuan dan kegiatan pemecahan masalah melalui
program keterlibatan karyawan atau employee involvement
