Dampak Stroke


Beberapa dampak stroke yang terjadi pada pasien stroke,
antara lain:
1) Dampak fisik
Stroke dapat menyebabkan beberapa gangguan fisik seperti
kelumpuhan atau cacat (hemiplegia dan hemiparesis), gangguan
berkomunikasi, hilangnya indra perasa, gangguan tidur, nyeri,
kehilangan kemampuan dasar sebagai individu normal, kesulitan
mengunyah dan menelan makanan (disfagia), dan inkontinensia
(Lingga, 2013).
2) Dampak psikososial
Kondisi tidak berdaya oleh pasien akibat stroke dapat
menyebabkan perubahan mental pada pasien, sehingga
mengalami stres, depresi, mudah tersinggung, mudah marah,
dan sedih. Tidak jarang diantara mereka yang putus asa dan
kehilangan semangat hidup. Sebagian besar pasien pasca stroke
juga tidak dapat menerima kehidupan baru yang dialaminya.
Dalam kondisi seperti ini, mereka tidak dapat mengatasi
persoalan yang dialaminya sendirian. Karena itu, perlu
dukungan orang lain agar perubahan emosi dan mental tersebut
tidak berkembang lebih buruk. Konseling yang dilakukan oleh
psikolog atau pemuka agama merupakan sebuah upaya yang jitu
dan terbukti efektif untuk membantu pasien mengatasi persoalan
kejiwaan yang berat (Lingga, 2013).
3) Dampak ekonomi
Stroke digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena
mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial (Kemenkes
RI, 2018). Stroke memerlukan biaya perawatan dan biaya
pengobatan yang tidak sedikit dan dapat mempengaruhi
stabilitas ekonomi keluarga dan dapat mempengaruhi stabilitas
emosi baik pasien maupun keluarga (Muttaqin, 2008