Dampak positif dan negatif dari keterbukaan diri


Keterbukaan diri mempunyai banyak manfaat bagi semua orang, yaitu
mengembangkan dan memelihara hubungan interpersonal sehingga menciptakan
hubungan yang erat dan memelihara kesejahteraan psikologis individu (Collins &
Miller dalam Pathak, 2012:2). Menurut Rosenfeld; Prager; Gergen; Egan (dalam
Shirley dkk, 2007:292) keterbukaan diri juga dapat untuk memenuhi kebutuhan
dan memelihara keselarasan serta membentuk kesehatan mental. Keterbukaan diri
sangat penting dalam hubungan antar manusia. Sifat timbal balik antar manusia
dapat meningkatkan keakraban sosial dalam menciptakan keterkaitan, perasaan
suka, dan menghargai antar manusia.
Selain memiliki manfaat, keterbukaan diri juga dapat menimbulkan resiko
atau bahaya. Almas (2007:79) menemukan resiko dari keterbukaan diri yaitu
mendapatkan hukuman dan tidak terjaganya rahasia. Seseorang yang melakukan
keterbukaan diri bisa saja memperoleh citra yang negatif dari orang lain,
informasi yang diberikan akan disalahgunakan untuk hal yang negatif, kehilangan
kendali terhadap orang lain atau terhadap situasi, terlihat seperti menyombongkan
diri, dan adanya penolakan (Tubbs & Moss, 2000:18).
Sedangkan menurut Derlega (dalam Taylor dkk, 2009:336)
mengungkapkan informasi personal akan membuat seseorang berada dalam
kondisi rawan. Beberapa resiko yang terjadi saat melakukan keterbukaan diri
antara lain :
a. Pengabaian. Seseorang mungkin berbagi sedikit informasi dengan orang
lain saat mengawali suatu hubungan. Terkadang pengungkapan diri yang
dilakukan oleh orang tersebut di balas dengan pengungkapan diri orang
lain dan hubunganpun berkembang. Tetapi, ada juga seseorang yang
menyadari bahwa orang lain tidak peduli pada pengungkapan dirinya dan
sama sekali tidak tertarik untuk mengenal dirinya.
b. Penolakan. Informasi diri yang diungkapkan oleh seseorang mungkin
dapat menimbulkan penolakan sosial.
c. Hilangnya kontrol. Terkadang orang lain memanfaatkan informasi yang di
berikan oleh seseorang kepada mereka untuk menyakiti atau mengontrol
perilaku seseorang tersebut.
d. Pengkhianatan. Seorang individu mengungkapkan informasi yang bersifat
pribadi kepada orang lain dan individu tersebut sering berasumsi atau
bahkan secara tegas meminta agar informasi itu di rahasiakan. Namun,
orang lain sebagai tempat individu tersebut mengungkapkan diri terkadang
berkhianat.
Tidak mengherankan jika seseorang cenderung membuka informasi yang
pribadi kepada orang yang dipercayainya. Dengan adanya resiko atau bahaya
dalam mengungkapkan diri, seorang individu terkadang menyembunyikan
perasaannya, merahasiakannya dari orang yang dicintai dan melindungi hidupnya
dari penyelidikan orang lain (Finkenauer & Hazam dalam Taylor dkk, 2009:337).
Dengan kata lain, mungkin ada ketegangan antara ingin mengungkapkan dan
ingin melindungi kerahasiaan. Tujuan seseorang sering kali adalah untuk
mengontrol informasi yang dimiliki orang lain tentang dirinya dan orang tersebut
ingin mengungkapkan hal-hal yang memang ingin diungkapkan saja