Pengertian keharmonisan keluarga


Menurut DeFrain dan Asay (2007:1), keharmonisan keluarga merupakan
situasi dan kondisi dalam keluarga dimana di dalamnya tercipta kehidupan
beragama yang kuat, saling menghargai dan menyayangi, memiliki waktu
bersama, manjalin komunikasi yang positif dan mampu mengatasi setiap
permasalahan secara efektif.
Drajat(1975:9) juga berpendapatbahwa keluarga yang harmonis atau
keluarga bahagiaadalah apabila kedua pasangan tersebut saling menghormati,
saling menerima,saling menghargai, saling mempercayai,dan saling mencintai.
Menurut Sarlito (1982:2) keluarga harmonis hanya akan tercipta
kalaukebahagiaan salah satu anggota berkaitan dengan kebahagiaan anggota-
anggotakeluarga lainnya. Secara psikologi dapat berarti dua hal, yaitu :
a. Terciptanya keinginan-keinginan, cita-cita dan harapan-harapan dari
semuaanggota keluarga.
b. Sesedikit mungkin terjadi konflik dalam pribadi masing-masingmaupun
antar pribadi.
Keharmonisan keluarga adalah keadaan keluarga yang utuh dan bahagia,
di dalamnya ada ikatan kekeluargaan yang memberikan rasa aman dan tentram
bagi setiap anggotanya. Selain itu adanya hubungan baik antara orang tua dengan
anak. Sebuah keluarga disebut harmonis apabila seluruh anggota keluarga merasa
bahagia yang ditandai oleh berkurangnya ketegangan, kekecewaan dan puas
terhadap seluruh keadaan dan keberadaan dirinya (eksistensi atau aktualisasidiri)
yang meliputi aspek fisik, mental, emosi dan sosial seluruh anggota keluarga
(Gunarsa, 1991:204).
Keharmonisan keluarga merupakan suatu kesatuan dalam hubungan yang
memberikan dukungan dan melindungi anggota keluarga, khususnya pada waktu
mengalami perbedaan-perbedaan dan perubahan. Keharmonisan keluarga juga
membantu memelihara ikatan keluarga, mendukung kesejahteraan dan kesehatan
bagi perkembangan anggota keluarga (Moore, Chalk, Scarpa, & Vandivere,
2002:3). Menurut Baumrind (dalam Moore, Chalk, Scarpa, & Vandivere, 2002:5)
keharmonisan keluarga mempunyai wewenang atau wibawa, hangat, kepedulian
orang tua untuk mendiskusikan dan merundingkan suatu informasi dengan anak
mereka.
Thomason (2009:3) mengatakan bahwa keharmonisan keluarga terbentuk
karena adanya komunikasi dengan anggota keluarga sehingga dapat mengurangi
tekanan, saling berbicara dan mendengarkan, mengerti perasaan satu sama lain,
dan mampu mengatasi masalah. Keharmonisan keluarga terkait dengan seberapa
baik keluarga itu berfungsi bersama-sama sebagai suatu kesatuan. Keharmonisan
keluarga tidak hanya melibatkan kesehatan anggota keluarganya dan bagaimana
hubungan anggota keluarga satu sama lain, tetapi juga seberapa baik anggota
keluarga berhubungan dengan lingkungan masyarakat.
Berdasarkan definisi-definisi yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan
bahwa keharmonisan keluarga adalah suatu situasi atau kondisi keluarga dimana
didalamnya tercipta kehidupan beragama yang kuat, saling menghargai dan
menyayangi, saling mempunyai waktu untuk bersama keluarga, adanya kerjasama
dalam keluarga, saling berkomunikasi dan setiap anggota keluarga dapat
mengaktualisasikan diri dengan baik serta minimnya konflik, ketegangan dan
kekecewaan