Organ pendukung yaitu lembaga yang membantu entitas dalam menjalankan
misi dan wewenangnya, terutama dalam penerapan GCG. Organ pendukung
mencakup:
- Komite-komite yang membantu tugas Dewan Komisaris
Komite Komisaris yaitu anggota yang disusun oleh Dewan Komisaris
yang dipandang perlu untuk menyelesaikan keputusan yang berlaku atau
membantu pelaksanaan tugas Dewan Komisaris.
a. Komite Audit
Peran Komite Audit adalah mendukung Dewan Komisaris
meyakinkan untuk;
i. Menyusun laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi yang
berlaku.
ii. Pengendalian internal, manajemen risiko serta GCG sudah
diterapkan oleh perusahaan.
iii. Menjalankan fungsi audit eksternal dan internal sesuai rencana.
b. Komite Remunerasi
Komite Remunerasi yaitu komite yang disusun untuk mendukung
Dewan Komisaris dalam mengawasi serta menyampaikan pendapat
atas kompensasi Direksi dan Komisaris, termasuk proses
penetapannya.
c. Komite lainnya, berdasarkan kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.
d. Uraian fungsi komite serta hal lainnya terkait dengan implementasi
tugasnya disusun dalam Anggaran Dasar tiap komisi. - Satuan Pengawasan Intern (SPI)
SPI adalah lembaga penunjang penerapan GCG, dan merupakan lembaga
independen yang bertujuan untuk menambah nilai dengan mengukur
efektivitas manajemen risiko internal serta mengoptimalkan aktivitas
perusahaan dengan prosedur yang teratur. - Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan merupakan tugas yang dibuat untuk berkomunikasi
antara pemilik saham dengan pemangku kepentingan lainnya, memelihari
image perusahaan, dan berperan mengurus dokumen perusahaan.
Sekretaris Perusahaan memperoleh akses langsung pada Direksi dan
bekerja sama dengan departemen lain guna memperoleh laporan yang
diperlukan terkait dengan pelaksanaan tugasnya.
Berdasarkan penjelasan dari organ pelaksana GCG, penelitian ini menetapkan
variabel Dewan Komisaris dan variabel Komite Audit. Dewan komisaris bertanggung
jawab penuh melaksanakan pengawasan, meningkatnya jumlah anggota dewan
komisaris, secara otomatis meningkatkan pengawasan yang terlaksana. Komite audit
berperan penting karena pengawasan yang dilakukan dapat mempengaruhi kinerja
perusahaan secara keseluruhan. Apabila perusahaan mempunyai Komite audit yang
meningkat, maka semakin menjamin pencegahan serta pengendalian proses akuntansi
dan keuangannya, yang berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan (Azizah
& NR, 2020)
