Indikator Kualitas Layanan


Menurut Kotler yang dikutip dalam Tjiptono (2016:28) terdapat lima
indikator dalam kualitas pelayanan sebagai berikut :

  1. Reliabilitas (reliability)
    Memiliki 2 aspek utama yaitu konsistensi kinerja (performance) dan sifat
    tidak dipercaya (dependability), berkaitan dengan kemampuan perusahaan
    untuk memberikan pelayanan yang terbaik sejak pertama kali tanpa
    melakukan kesalahan apapun dalam menyampaikan jasanya dan sesuai
    dengan waktu yang disepakati.
    Daya Tanggap (Responsiveness)
    Berkenaan dengan kesediaan dan kemampuan karyawan untuk membantu
    para konsumen dan merespon permintaan mereka, serta menginformasikan
    kapan jasa akan diberikan dan kemudian memberikan jasa secara cepat.
  2. Jaminan (Assurance)
    Perilaku karyawan yang mampu menumbuhkan kepercayaan konsumen
    terhadap perusahaan dan perusahaan bisa menciptakan rasa aman bagi para
    konsumennya. Jaminan juga berarti bahwa para karyawan selalu bersikap
    sopan dan menguasai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk
    menangani setiap pertanyaan atau masalah konsumen.
  3. Empati (Empathy)
    Perusahaan memahami masalah para konsumennya dan bertindak demi
    kepentingan konsumen, serta memberikan perhatian personal kepada para
    konsumen dan memiliki jam operasi yang nyaman.
  4. Bukti Fisik (Tangible)
    Berhubungan dengan daya tarik fasilitas fisik, peralatan/perlengkapan yang
    lengkap, dan material yang digunakan perusahaan bersih, serta penampilan
    dari karyawan rapi.
    Berdasarkan definisi diatas, kualitas pelayanan dapat diartikan sebagai
    penilaian tingkat kesempurnaan yang diharapkan dan pengendalian atas
    kesempurnaan tersebut untuk memenuhi keingininan konsumen sebagai hasil dari
    kinerja pelayanan yang sesuai dengan harapan konsumen. Loyalitas konsumen
    dapat diukur, dipahami dan dijadikan sebagai suatu hasil yang baik untuk
    kepentingan peningkatan kualitas layanan jasa yang diberikan kepada pelanggan,
    baik pelanggan yang baru pertama kali maupun pelanggan yang sudah berulang-
    ulang menggunakan jasa tersebut. Perusahaan jasa dan pelayanan lebih
    meningkatkan kualitas proses, karena konsumen biasanya terlibat langsung dalam
    30
    proses tersebut. Sedangkan perusahaan yang menghasilkan produk lebih
    menekankan kepada hasil karena umumnya konsumen tak terlibat pada prosesnya