Kepercayaan


Kepercayaan didefenisikan sebagai persepsi kepercayaan terhadap
keandalan perusahaan yang ditentukan oleh konfirmasi sistematis tentang
harapan terhadap tawaran perusahaan. Zaltman (2015), menyatakan bahwa
kepercayaan adalah kesediaa individu untuk menggantungkan dirinya pada
pihak lain yang terlibat dalam pertukaran karena individu mempunyai
keyakinan (confidence) kepada pihak lain tersebut. Sedangkan Lau (2017),
menyatakan bahwa kepercayaan pelanggan pada merek (brand trust)
didefenisikan sebagai keinginan pelanggan untuk bersandar pada sebuah
merek pada resiko yang dihadapi karena ekspektasi terhadap merek itu akan
menyebabkan hasil yang positif. Menurut Rousseau et al dalam Donni Juni
(2017) Kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian
untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik
dari orang lain.
Dari definisi para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan
merupakan sebuah harapan yang dipegang oleh sebuah individu atau sebuah
kelompok ketika perkataan, janji, pernyataan lisan atau tulisan dari seseorang
individu atau kelompok lainnya dapat diwujudkan.
Karakteristik Kepercayaan Menurut Donni Juni (2017) kepercayaan
dibangun atas sejumlah karakteristik. Berbagai karakteristik yang berkenaan
dengan kepercayaan adalah sebagai berikut:
1 Menjaga Hubungan
Konsumen yang percaya akan senantiasa menjaga hubungan yang baik
antara dirinya dengan perusahaan karena ia menyadari bahwa
hubungan yang baik akan memberikan dampak yang menguntungkan
bagi dirinya.
2 Menerima Pengaruh
Konsumen yang memiliki kepercayaan yang tinggi akan mudah
dipengaruhi sehingga biaya perusahaan/pemasaran untuk program
pemasaran menjadi semakin murah.

  1. Terbuka dalam Komunikasi
    Konsumen yang memiliki kepercayaan tinggi terhadap perusahaan
    akan memberikan informasi yang konstruktif bagi perusahaan sehingga
    arus informasi menjadi tidak tersendat.
  2. Mengurangi Pengawasan
    Konsumen yang percaya biasanya jarang mengkritik sehingga ia
    mengurangi fungsi pengawasan nya terhadap perusahaan/pemasar.
    5 . Kesabaran
    Konsumen yang percaya akan memiliki kesabaran yang berlebih
    dibandingkan dengan konsumen biasa.
    6 . Memberikan Pembelaan
    Konsumen yang percaya akan memberikan pembelaan kepada
    perusahaan/pemasar ketika produk yang dikonsumsinya dikritik oleh
    kompetitir atau pengguna lainnya.
    7 .Memberi Informasi yang Positif
    Konsumen yang percaya akan selalu memberikan informasi yang
    positif dan membangun bagi perusahaan.
  3. Menerima Risiko
    Konsumen yang percaya akan menerima resiko apapun ketika ia
    memutuskan untuk menggunakan produk yang dihasilkan oleh
    perusahaan.
  4. Kenyamanan
    Konsumen yang percaya akan melakukan pembelian secara berulang –
    ulang karena ia percaya bahwa perusahaan/pemasar memberikannya
    kenyamanan untk mengkonsumsi produk dalam jangka pendek maupun
    panjang.
  5. Kepuasan
    Konsumen yang percaya akan mudah untuk diberikan kepuasan
    dibanding konsumen yang tidak percaya.
    Menurut Nguyen et al (2014) indikator kepercayaan sebagai berikut:
    a. Trustworthy yaitu menganggap pihak lain terpercaya untuk
    melakukan suatu pekerjaan.
    b. Benefit yaitu percaya bahwa suatu kegiatan akan mendatangkan
    manfaat
    c. Promise yaitu percaya bahwa pihak lain dapat menepati janji
    d. Job Right yaitu percaya bahwa pihak lain dapat melakukan
    pekerjaan dengan benar