Definisi QR Code


Quick Response Code (QR Code) pertama kali
diciptakan oleh Denso Wave, anak perusahaan dari Toyota dan
bergerak di bidang otomotif. Mereka merilis teknologi QR
Code di tahun 1994 yang strukturnya berbentuk persegi dua
dimensi dengan kemampuan menyimpan data hingga 4.296
karakter alfanumerik (denso-wave.com). Menurut Bani-Hani
(2014:3), QR Code adalah barcode dua dimensi (tersusun atas
struktur horizontal dan vertikal) yang mampu menyimpan
sejumlah kecil data secara efisien. Terlepas dari definisi yang
ada, QR Code ternyata tidak dipatenkan haknya oleh Denso
Wave sehingga pengembangan QR Code menjadi sangat bebasl
dan bervariasi. Konsekuensinya, terdapat jenis QR Code yang
bisa dibaca oleh scanner secara umum dan ada yang hanya
dapat dibaca dengan scanner jenis tertentu sesuai
spesifikasinya (Coleman, 2011:16).
Bani-Hani (2014:6) menambahkan, setidaknya ada tiga
(3) bagian utama yang diperlukan untuk membuat sistem QR
Code:
(1) QR Code Generator
Merupakan aplikasi yang bertanggung jawab untuk
menyusun struktur sandi/kode (encode)
menggunakan spesifikasi yang diinginkan oleh
pembuat QR Code.
(2) QR Code Scanner/Reader
Aplikasi yang bertugas untuk memindai gambar QR
Code dan memunculkan/memanggil data yang telah
disimpan. Scanner ini dapat berupa alat khusus
pemindai QR Code maupun menggunakan
smartphone sesuai dengan spesifikasi yang
dibutuhkan pembuat/pengembang QR Code.
(3) Server/ Peladen
Merupakan perangkat keras yang berguna untuk
menciptakan, menyimpan, dan mengelola data yang
akan dan atau ditanamkan ke dalam QR Code.