Dimensi Ketidakamanan Kerja

Menurut Greenhalgh dan Rosenblatt (1984), ketidakamanan kerjaini terdiri dari lima

dimensi :

1. Arti penting aspek kerja (the important of work factory), berupa ancaman yang diterima

pada berbagai aspek kerja seperti promosi, kenaikan upah atau mempertahankan upah

yang diterima saat ini, mengatur jadwal kerja. Karyawan yang terancam kehilangan aspek

pekerjaan tersebut akan memiliki ketidakamanan kerjayang tinggi dibanding yang tidak

merasa terancam.

2. Arti penting keseluruhan kerja (the important of job event), seperti kejadian promosi,

kejadian untuk diberhentikan sementara waktu, kejadian dipecat, individu yang

mendapatkan ancaman terhadap kejadian kerja penting lebih memungkinkan memicu

ketidakamanan kerjadibandingkan ancaman pada kejadian kerja yang tidak penting.

3. Mengukur kemungkinan perubahan negatif pada aspek kerja (likehood of negative change

in work factor), semakin besar timbulnya ancaman negatif pada aspek kerja akan

memperbesar kemungkinan timbulnya ketidakamanan kerjapada karyawan dan

sebaliknya.

4. Mengukur kemungkinan perubahan negatif pada keseluruhan aspek kerja (likehood of

negative change in job event), semakin besar kemungkinan negatif menimpa kejadian

kerja, maka semakin besar potensi untuk kehilangan pekerjaan yang berakibat

memperbesar timbulnya ketidakamanan kerjapada karyawan dan sebaliknya.

5. Ketidakberdayaan (powerlesness), yang dirasakan individu membawa outcome atau hasil

pada cara individu menghadapi keempat komponen diatas. Artinya jika individu

menerima ancaman pada aspek kerja atau kejadian kerja, maka mereka akan

menghadapinya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Semakin tinggi atau rendah

powerlessness akan berakibat pada semakin tinggi atau rendahnya ketidakamanan

kerjayang dirasakan individu.