Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen


Semakin tinggi dividen yang dibagikan kepada pemegang saham akan
mengurangi kesempatan perusahaan untuk mendapatkan sumber dana intern
dalam rangka mengadakan reinvestasi, sehingga dalam jangka panjang akan
menurunkan nilai perusahaan, sebab pertumbuhan dividen akan semakin
berkurang. Oleh karena itu tugas manajer keuangan untuk bisa menentukan
kebijakan dividen yang optimal yang agar bisa menjaga nilai perusahaan (Sutrisno
2012:267). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya dividen yang
akan dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham antara lain adalah:

  1. Posisi Solvabilitas Perusahaan
    Perusahaan tidak akan membagikan laba apabila dalam kondisi insolvensi dan
    solvabilitasnya kurang menguntungkan.
  2. Posisi Likuiditas Perusahaan
    Cahs dividen merupakan arus kas keluar bagi perusahaan, oleh karena itu bila
    perusahaan membayarkan dividen berarti harus bisa menyediakan uang kas yang
    cukup banyak dan ini akan menurunkan tingkat likuiditas perusahaan. Namun
    perusahaan yang sudah mapan dengan likuiditas yang baik cenderung
    memberikan dividen lebih besar.
  3. Kebutuhan untuk Melunasi Utang
    Salah satu sumber dana perusahaan adalah dari kreditur berupa utang, baik
    jangka pendek maupun jangka panjang.Di samping itu, dengan jatuh temponya
    utang, berarti dana utang tersebut harus diganti.
  4. Rencana Pelunasan
    Perusahaan yang berkembang ditandai dengan semakin pesatnya
    pertumbuhan perusahaan, hal ini bisa dilihat dari perluasan yang diakukan
    perusahaan tersebut.
  5. Kesempatan Investasi
    Kesempatan investasi merupakan seberapa besar peluang perusahaan dalam
    hal investasi, ketika peluang investasi perusahaan naik maka rasio pembayaran
    dividen harus turun.
  6. Stabilitas Pendapatan
    Bagi perusahaan yang pendapatannya stabil, dividen yang akan dibayarkan
    kepada pemegang saham lebih besar dibanding perusahaan yang pendapatannya
    tidak stabil. Perusahaan yang pendapatannya stabil tidak perlu menyediakan kas
    yang banyak untuk berjaga-jaga, sedangkan perusahaan pendapatannya tidak
    stabil harus menyediakan uang kas yang cukup besar untuk berjaga-jaga.
  7. Pengawasan Terhadap Perusahaan
    Apabila perusahaan mencari sumber dana dari modal sendiri, kemungkinan
    akan masuk investor baru dan ini tentunya akan mengurangi kekuasaan pemilik
    lama dalam mengendalikan perusahaan. Karena itu perusahaan cenderung tidak
    membagi dividennya agar pengendalian tetap berada ditangannya