Pengaruh Biaya Kegagalan eksternal terhadap Efisiensi Biaya Produksi (Skripsi dan tesis)

Hansen dan Mowen yang dialih bahasakan oleh Deny Arnos Kiwary (2016:267) mengatakan bahwa: “Presentase unit cacat meningkat ketika biaya yang dikeluarkan untuk kegiatankegiatan pencegahan dan penilaian turun. dipihak lain biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal meningkat ketika jumlah unit produk cacat meningkat.” Dengan berkurangnya produk cacat biaya untuk pengerjaan kembali produk cacat akan berkurang juga. Hal ini memiliki arti apabila biaya pencegahan dan biaya penilaian meningkat, maka biaya kegagalan internal dan eksternal akan menurun. Hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan juga akan meningkat karena produk sesuai dengan spesifikasi desain awal tanpa memiliki kecacatan baik sebelum maupun setelah dikirim ke konsumen atau pelanggan. Meningkatnya kualitas produk dapat mengurangi biaya produksi yang berdampak pada makin turunnya biaya produksi sehingga biaya produksi menjadi efisien.

Teori ini didukung oleh Mustika Rahmi, Eka Rosalina,dan Irda Rosita (2015) bahwa dengan menurunnya biaya kegagalan eksternal yang dikeluarkan perusahaan seperti biaya penggantian makanan yang merupakan complain ‘pelanggan atas produk perusahaan berupa makanan yang tidak bisa dikonsumsi (basi), menanggapi complain tersebut biasanya perusahaan melakukan tindakan ganti rugi berupa uang atau mengganti dengan makanan baru. Setelah dilakukan taksiran biaya kualitas, biaya kualitas Catering ABC menurun. sehingga menjadikan biaya kualitas Catering ABC lebih efisien dan mampu mencapai presentase di bawah 2.5%