Menurut Scott (2015:445) mendefinisikan manajemen laba sebagai:
“Earnings management is the choice by a manager of accounting policies, or real
actions, affecting earnings so as to achieve some specific reported earnings objective.”
Menurut Sulistyanto (2014:6) manajemen laba didefinisikan sebagai:
“Manajemen laba merupakan upaya manajer perusahaan untuk mengintervensi atau
mempengaruhi informasi-informasi dalam laporan keuangan dengan tujuan untuk
mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan.”
Berdasarkan teori-teori diatas, dapat disimpulkan bahwa manajemen laba adalah
perilaku atau tindakan manajer untuk meningkatkan dan mengurangi laba dengan
mempermainkan angka-angka dalam laporan keuangan sesuai tujuan yang ingin
dicapainya. Scott (2015:445) memandang manajemen laba melalui dua sudut pandang.
Pertama, manajemen laba dipandang sebagai perilaku opportunistic manajer untuk
memaksimumkan utilitasnya dalam menghadapi kontrak kompensasi, kontrak hutang,
dan political cost (Opportunistic Earning Management). Kedua, manajemen laba
dipandang dari perspektif efficient contracting (Efficient Earning Management).
Perspektif ini menggambarkan bahwa manajemen laba memberikan kepada manajer
suatu fleksibilitas untuk melindungi diri mereka dan perusahaan dalam mengantisipasi
kejadian-kejadian yang tak terduga untuk keuntungan pihak-pihak yang terlibat dalam
kontrak
