Terdapat pengaruh dari brand personality terhadap value-image congruence

Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu terus berkembang
dengan sangat cepat, terutama pada diindustri smartphone. Pada saat ini
persaingan antara produsen dari produk smartphone dapat dikatakan cukup
ketat, hal ini dapat diukur dengan semakin banyaknya produk yang beradar
dipasaran. Hal ini tentunya membuat para konsumen akan lebih kritis
didalam menentukan merek yang akan mereka pilih untuk dikonsumsi.
Proses pemilihan ini tergantung pada kepribadian konsumen itu
sendiri karena pada dasarnya “mereka mencari produk dan merek yang
sesuai dengan nilai kepribadian, gaya hidup, sosial dan masyarakat mereka”
(Moreno, et al, 2017). Pernyataan tersebut memiliki kesesuaian dengan
pernyataan dari Graeff (1997) yang mengatakan bahwa konsumen sering
membeli produk / merek yang mempertahankan dan meningkatkan citra diri
mereka karena mereka dapat mengekspresikan diri melalui produk / merek
yang dianggap konsisten dengan konsep diri mereka. Itu artinya ketika
sebuah produk dapat mencerminkan brand personality yang dianggap sesuai
dengan konsep diri atau kepribadian mereka maka konsumen akan
cenderung memilih produk tersebut. Karena pada hakikatnya brand
personality merupakan seperangkat sifat kepribadian manusia yang berlaku
dan relevan untuk merek (Azoulay & Kapferer, 2003, hal. 151). Relevan
tidaknya sebuah produk dengan kepribadian kosumen tergantung pada value
proposition yang akan ditawarkan perusahaan melalui produk yang mereka
buat. Menurut Osterwalder & Pigneur (2010) value proposition merupakan
nilai atau manfaat yang ditawarkan dari suatu produk atau layanan kepada
konsumen atau dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Jadi untuk dapat
memenuhi kebutuhan konsumen perlu adanya value-image congruence
antara apa yang ditawarkan perusahaan dengan kepribadian konsumen,
melalui brand personality yang dibentuk perusahaan.