Faktor Harapan Pelanggan


Tjiptono (2008) mengungkapkan bahwa harapan pelanggan terhadap
kualitas jasa terbentuk oleh beberapa faktor berikut :

  1. Dorongan Layanan Intensif (Enduring service Intensive) faktor ini merupakan
    faktor yang bersifat stabil dan mendorong pelanggan untuk meningkatkan
    sesitivitasnya terhadap jasa. Faktor ini meliputi harapan yang disebabkan oleh
    orang lain dan filosofi pribadi seseorang tentang jasa. Faktor ini merupakan
    faktor tebesar pembentuk harapan pelanggan, karena informasi akan produk
    seseorang yang kita kenal, lebih besar mempengaruhi harapan kkta
    dibandingkan dengan informasi dari produsen.
  2. Kebutuhan Pribadi (Personal Needs) kebutuhan yang dirasakan seseorang
    mendasar bagi kesejahteraannya juga sangat menentukan harapannya.
    Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisik, social, dan psikologis.
  3. Peningkatan Sensitivitas Layanan (Transsitiry service Intinsifer) Faktor ini
    merupakan faktor individual yang sementara yang meningkatkan
    sensitivitasnya pelanggan terhadap jasa.
  4. Persepsi Alternatif Layanan (Perceived service Alternative) persepsi
    pelanggan terhadap tingkat atau derajat pelayanan perusahaan lain yang
    sejenis.
  5. Persepsi Pribadi Terhadap Peran Layanan (Self-preceived Servive Roles)
    Persepsi pelanggan tentang tingkat ata derajat keterlibatannya, dalam
    mempengaruhi jasa yang didalamnya.
  6. Faktor Situasional (Situasional Factor) Faktor yang tecipta dan
    mempengaruhi kinerja, diluar kendali penyedia jasa.
  7. Janji Layanan Secara Eksplisit ( Explicit Servuce Promise) pernyataan
    (Personal atau non personal ) oleh organisasi kepada pelanggan.
  8. Janji Layanan Secara Implisit (Implicit Servise Promise ) Faktor yang tercipta
    dari diri pelanggan yang disimpulkan oleh pelanggan berdasarkan petunjuk
    yang di gambarkan oleh pelanggan.
  9. Rekomendasi Dari Mulut Ke Mulut (Word Of Mouth) merupakan pernyataan
    (secara personal maupun non personal) yang disampaikan o;eh oranglain
    selain organisasi (service provider) kepada pelanggan. Word of Mouth ini
    biasanya cepat diterima oleh pelanggan karena yang menyampaikan
    informasi adalah mereka yang dapat dipercayainya seperti keluarga, teman
    dan publikasi media massa.
  10. Pengalaman Masa Lalu (Past Experience) pengalaman masa lampau
    meliputi hal – hal yang telah dipelajari atau diketahui pelanggan dari yang
    pernah diterimanya di masa lalu