Kotler dalam Puspitasari dan Briliana (2017) minat beli ulang merupakan
tindakan konsumen pasca pembelian. Terjadinya kepuasan dan ketidakpuasan
pasca pembelian terhadap suatu produk data mempengaruhi perilaku pembeli
selanjutnya. Keinginan membeli kembali mengacu pada penilaian individu
tentang membeli lagi layanan dari perusahaan yang sama, dengan
mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Menurut Chao et al, perilaku niat
membeli kembali mengacu pada probabilitas subjektif bahwa seseorang akan
membeli secara terus-menerus pada toko online tersebut di masa depan.
Kepuasan sesudah pembelian tergantung dari kinerja penawaran
dibandingkan dengan harapannya, maka kepuasan pelanggan adalah tingkat
perasaan seseorang setelah membandingkan (kinerja atau hasil) yang dirasakan
dengan harapannya. Pelanggan dapat mengalami salah satu dari tiga tingkat
kepuasan umum yaitu kalau kinerja dibawah harapan, pelanggan akan merasa
kecewa tetapi kinerja sesuai dengan harapan pelanggan akan merasa puas dan bila
kinerja melebihi harapan maka pelanggan akan merasa sangat puas dan bahagia
(Sunyoto, 227:2018).
Menurut Wahyuningtyas (2016) perilaku pembelian ulang seringkali
dikaitkan dengan loyalitas. keduanya memang berhubungan namun sebenarnya
berbeda, loyalitas mencerminkan komitmen psikologis tertentu pada suatu merk
secara berulang kali (bisa dikatakan memang hanya ada satu-satunya merk
tersebut yang tersedia, merk termurah dan sebagainya).
Menurut Sunyoto (2018:255) perilaku konsumen (consumen behavior)
adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam
mendapatkan dan mempergunakan barang/jasa termasuk di dalamnya proses
pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut
