Job crafting adalah bentuk perubahan yang dilakukan karyawan atas inisiatif
sendiri untuk menyeimbangkan tuntunan dan sumber daya dalam pekerjaan
(W.Tian et al., 2021). Hal tersebut juga dikatakan dalam sebuah penelitian yang
menjelaskan bahwa Job crafting adalah perilaku karyawan mengubah dukungan
atau tantangan agar dapat sesuai dengan kemampuannya untuk melakukan
pekerjaan. Perubahan yang dimaksud adalah hubungan dengan karyawan lain di
tempat kerja,serta persepsi mengenai pekerjaan dengan tujuan untuk menciptakan
lingkungan kerja yang nyaman sebagai pendukung kerja (Kim et al., 2018). Selain
itu, menurut Wrzesniewsk, (2001) dan Nurhidayah & Nugrohoseno (2022)
mengemukakan job crafting dipahami sebagai upaya karyawan melakukan
perubahan-perubahan dalam kaitannya dengan tugas pekerjaan, baik secara fisik,
kognitif ataupun sifat-sifat relasional dalam pekerjaan. Karyawan yang melakukan
job crafting akan merasa cocok dengan pekerjaan dan akhirnya terikat dengan
pekerjaannya itu sendiri (Chen et al., 2014).
Menurut Van.Hooff (2016) menyatakan bahwa job crafting sebagai sarana
untuk mengambil alih atas kendali atas pekerjaan. Bila seseorang karyawan
memliki keinginan dalam mengubah karakter pekerjaan tertentu, maka diharapkan
mereka mengubahnya atas kepercayaan dirinya bahwa perubahan itu akan membuat
pengalaman mereka menjadi lebih baik dan mereka merasa memiliki kendali atas
pekerjaan yang mereka lakukan (Albana, 2019), Selanjutnya Amir (2017)
mengungkapkan bahwa Job Crafting adalah sebuah peluang untuk
mengoptimalkan potensi diri, dan meningkatkan kinerja organisasi. Berdasarkan
beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa job crafting merupakan upaya
karyawan untuk menyesuaikan karakteristik pekerjaan sesuai dengan keahlian dan
kebutuhan karyawan itu sendiri sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih
baik.
