Robbins (2002, 279), Sulaksono (2015:14) indikator untuk mengukur
karakteristik budaya organisasi dapat dikemukakan sebagai berikut :
- Inovasi dan keberanian mengambil resiko (Inovation and Risk
taking) artinya bahwa organisasi membangkitkan ide karyawan dan
menghargai tindakan pengambilan risiko oleh karyawan. Selain itu
organisasi mendorong para karyawan berinovasi dan berani
mengambil resiko, disisi lain karyawan memperhatikan
permasalahan yang dapat menimbulkan risiko kerugian bagi
organisasi. - Memberikan perhatian pada setiap masalah secara mendetail
(Attention to detail) artinya bahwa organisasi menghendaki
karyawan menggambarkan ketelitian dan kecermatan analisis serta
perhatian kepada rincian didalam melaksanakan tugasnya. - Berorientasi kepada hasil yang akan dicapai (out come orientation)
artinya bahwa organisasi melakukan supervisi untuk mengarahkan
dan memberdayakan karyawan dan berorientasi pada hasil
dibandingkan orientasi pada teknik dan proses yang dilakukan
guna mencapai hasil tersebut - Berorientasi kepada sumber daya manusia (people orientation)
artinya bahwa organisasi memperhitungkan kepentingan karyawan
dan efek pada orang-orang di dalam organisasi. - Berorientasi Tim (Team Orientation) artinya bahwa organisasi
tidak hanya memperhitungkan individu-individu untuk mendukung
kerjasama tetapi juga pada tim. Karena keberhasilan organisasi
juga ditentukan oleh kerja tim. - Agresivitas dalam bekerja (aggressiveness) artinya bahwa apabila
peforma karyawan dapat melampaui standar maka akan
menghasilkan produktivitas yang tinggi. Kualifikasi agresif disini
yaitu disiplin dan rajin serta kompetitif untuk menjalankan budaya
organisasi sebaik baik nya - Menjaga dan mempertahankan stabilitas kerja (stability) artinya
karyawan harus mempertahankan kondisi kesehatannya agar selalu
prima.
