Pengaruh Psychological Empowermentb Terhadap perilaku kerja proaktif (


Empat dimensi pemberdayaan psikologis, yaitu; makna, penentuan nasib
sendiri, kompetensi dan dampak akan bekerja sebagai motivator intrinsik untuk
melakukan tugas-tugas yang diprakarsai sendiri seperti job crafting (Coehoorn,
2017). Karyawan yang diberdayakan secara psikologis lebih mungkin untuk
melakukan perilaku job crafting karena mereka berpikir bahwa mereka memiliki
kompetensi dan otonomi untuk memiliki dampak yang berarti (Khan, M.M.,
Mubarik, M.S., Islam, T., Rehman, A., Ahmed, S.S., Khan, E. and Sohail, 2022).
Karyawan yang diberdayakan secara psikologis menganggap diri mereka sebagai
orang yang kompeten yang dapat mempengaruhi pekerjaan dan lingkungan kerja
mereka dengan cara memfasilitasi perilaku kerja proaktif (Parker et al., 2010;
Spreitzer, 1995). Menggunakan semangat bisa-melakukan, karyawan yang
diberdayakan secara psikologis lebih baik dalam mengambil inisiatif (Schneider
dan George, 2011). Karyawan yang diberdayakan secara psikologis, karena
orientasi aktif mereka memiliki niat dan kapasitas untuk mengambil inisiatif untuk
meningkatkan pekerjaan mereka dan kinerja organisasi (crafting behaviour) (Tims,
M., Bakker, A. B., & Derks, 2014). Ada tumpukan bukti empiris yang
menghubungkan pemberdayaan psikologis dengan perilaku kerja proaktif (Petrou,
P., Demerouti, E., & Schaufeli, 2015)