Berdasarkan (Jong, J. P. J. D., & Hartog, 2008) menyebutkan terdapat 4
(empat) dimensi innovative work behavior, yaitu:
(1) Cari peluang, proses inovasi dengan adanya peluang. Orang memiliki
kesempatan untuk berpikir tentang bagaimana layanan dapat
ditingkatkan, untuk mengusulkan fitur atau alternatif baru untuk proses
kerja, produk, atau layanan.
(2) Idea generation, pembuatan rencana perbaikan. Generasi ide adalah
reorganisasi pengetahuan dan ide yang ada untuk meningkatkan
efisiensi. Orang-orang pada tingkat tinggi ini dapat melihat perbedaan
cara memecahkan masalah..
(3) Championing, ini termasuk mencari dukungan dan menciptakan
kelompok misalnya melibatkan dan mempengaruhi karyawan atau
manajemen dan menegosiasikan solusi.
(4) Application, selain menciptakan ide kreatif juga mengevaluasi dan
mengaplikasikan ide tersebut ke dalam tindakan nyata.
Innovative work behaviour memiliki tiga tahap (Jansen, 2000) yaitu:
(1) Idea Generation, persepsi masalah pekerjaan, perasaan anomali atau
tren yang muncul adalah pemicu atau dorongan untuk ide baru.
(2) Idea Promotion, pada fase ini, individu mencari dukungan terhadap ide
yang dimunculkannya dan mencoba membentuk koalisi untuk
mendukung ide inovatif tersebut.
(3) Idea Realization, pada fase terakhir dari proses inovasi, yaitu.
implementasi ide yakni individu melengkapi idenya dengan membuat
produk, prototipe atau model dari ide inovatif yang dapat dialami
langsung di tempat kerja, dalam kelompok kerja atau di perusahaan dan
organisasi secara keseluruhan dapat diimplementasikan. Sehingga ide
tersebut nantinya dapat diimplementasikan, disebarluaskan, diproduksi
secara massal atau digunakan secara produktif.
