Pada umumnya, semua produk diproduksi dan diserahkan kepada pelanggan
melalui suatu proses produksi atau proses kerja. Proses kerja atau proses produksi
perlu ditingkatkan performansinya secara terus-menerus agar mampu memuaskan
pelanggan secara terus-menerus, di mana selera dan kebutuhan pelanggan selalu
berubah. Perbaikan secara terus menerus merupakan salah satu prinsip dari TQM.
Menurut Prawirosentono (2001:1) definisi proses produksi yaitu:
“proses produksi adalah proses kegiatan yang mengubah bahan baku menjadi
barang lain yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi’
Terdapat empat pihak yang terlibat dalam operasi dan perbaikan proses (Gasperz.
1997:77) , yaitu sebagai berikut :
- Pelanggan adalah orang yang mengginakan output secara langsung atau
orang yang akan menggunakan output itu sebagai input dalam proses kerja
mereka, yaitu pelanggan internal. - Kelompok kerja adalah orang-orang yang bekerja dalam proses untuk
menghasilkan dan menyerahkan output yang diinginkan tersebut. - Pemasok adalah orang yang memberikan input ke proses kerja. Orang-
orang yang bekerja dalam proses pada kenyataannya merupakan
pelanggan dari pemasok. - Pemilik adalah orang yang bertanggung jawab untuk operasi dari proses
dan untuk perbaikan proses itu.
Menurut Nasution (2002:25) dalam proses produksi, penerapan Total Quality
Management melalui tiga cara, yaitu: - Meniadakan atau mengurangi penyimpangan proses produksi agar
presentase kerusakan tidak ada atau kecil. - Menekankan pada preventive maintenance untuk mencegah kerusakan
mesin dan mencegah kesalahan dalam proses produksi. - Melalui employee salfinspection sebagai salah satu unusur yang akan
meningkatkan kesadaran karyawan untuk selalu menjaga kualitas produk
