Pada era global, persaingan menjadi semakin tajam. Perusahaan yang dahulu
hanya bersaing pada tingkat regional dan nasional, pada masa sekarang harus
menghadapi persaingan global. Hanya perusahaan yang memiliki strategi
manajemen yang baik yang dapat menghasilkan kualitas barang atau jasa yang
sesuai dengan tuntutan pelanggan dan dapat memenangkan persaingan.
Total Quality Management juga memiliki bermacam-macam pengertian. Pada
umumnya pengertian TQM yang dikemukakan para ahli memiliki maksud yang
sama, yaitu merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai
starategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan
seluruh anggota organisasi.
Menurut Ishikawa dalam Nasution (2015:17) Total Quality Management
diartikan sebagai perpaduan semua fungsi manajemen, semua bagian dari suatu
perusahaan dan semua orang ke dalam falsafah holistik yang dibangun
berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, kepuasan pelanggan.
Total Quality Management merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan
usaha yang mencoba unuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui
perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya
(Tjiptono, 2003:4).
Menurut Vincent Gasperz (2001:5) Total Quality Management didefinisikan
sebagai suatu cara meningkatkan performasi secara terus-menerus (continuous
performance improvement) pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap
area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya
manusia dan modal yang tersedia.
Total Quality Management (TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang
meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM
menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang
terus ingin meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa yang penting
bagi pelanggan (Heizer dan Barry, 2008:306).
