Gaya-Gaya Kepemimpinan


Menurut Abdullah dalam (Sinaga, 2017:14) bahwa terdapat ada tiga macam
gaya kepemimpinan yang telah dikenal sebagian orang, diantaranya:

  1. Gaya Kepemimpinan Otoriter
    Gaya kepemimpinan otoriter adalah seorang pemimpin dalam
    menentukan kebijakan kelompok atau membuat keputusan tanpa
    berkonsultasi atau memastikan persetujuan dari para anggotanya. Adapun
    karakteristik dari gaya pemimpin otoriter tersebut adalah:
    a. Pemimpin biasanya mendekte tugas kerja bagian dan kerja bersama
    setiap anggota
    b. Semua penentuan kebijaksanaan dilakukan oleh pemimpin
    c. Teknik-teknik dan langkah-langkah kegiatan didekte oleh atasan setiap
    waktu, sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti
    untuk tingkat yang luas
    d. Pemimpin cenderung menjadi “pribadi” dalam pujian dan kecamannya
    terhadap kerja setiap anggota, mengambil jarak dari partisipasi
    kelompok aktif kecuali bila menunjukkan keahliannya.
  2. Gaya Kepemimpinan Demokratis atau Partisipatif
    Gaya pemimpin demokratis atau partisipatif adalah seorang pemimpin
    dalam menentukan kebijaksanaan melibatkan anggota kelompok untuk
    dimintai masukan-masukan. Adapun karakteristik dari gaya kepemimpinan
    ini adalah:
    a. Semua kebijaksaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan
    diambil dengan dorongan dan bantuan dari pimpinan.
    b. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan
    kelompok dibuat, dan bila dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis,
    pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat
    dipilih.
    c. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih, dan
    pembagian tugas ditentukan oleh kelompok.
    d. Pemimpin adalah obyektif atau factminded dalam pujian dan
    kecamannya, dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa
    dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan
  3. Gaya Kepemimpinan Laissez-faire (lepas-kendali)
    Adalah seorang pemimpin dalam menentukan kebijakan tidak memiliki
    insiatif untuk mengarahkan atau menyarankan alternatif tindakan. Akan
    tetapi pemimpin ini lebih mengizinkan kelompok untuk mengembangkan
    dan melaksanakan sendiri pekerjaannya, bahkan termasuk juga
    mengizinkan untuk melakukan kesalahan. Adapun karakteristik dari gaya
    kepemimpinan tersebut adalah:
    a. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu, dengan
    partisipasi minimal dari pemimpin.
    b. Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang
    membuat orang selalu siap bila dia akan memberikan informasi pada
    saat ditanya. Dia tidak mengambil bagian dalam diskusi kerja.
    c. Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.
    d. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota
    atau pertanyaan dan tidak bermaksud menilai atau mengatur suatu
    kejadian