Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan


Disiplin kerja adalah bentuk kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati
semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku (Muna &
Isnowati, 2022). Disiplin kerja adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang
untuk mematuhi dan menaati norrna-norma peraturan yang berlaku disekitarnya
terdapat empat indikator disiplin kerja, yaitu: Taat terhadap aturan waktu dilihat
dari jam masuk kerja, jam pulang, dan jam istirahat yang tepat waktu sesuai
dengan aturan yang berlaku di perusahaan. Taat terhadap peraturanperaturan
perusahaan seperti Peraturan dasar tentang cara berpakaian, dan bertingkah laku
dalam pekerjaan. Taat terhadap aturan perilaku dalam pekerjaan yang ditunjukkan
dengan cara-cara melakukan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan jabatan, tugas,
dan tanggung jawab serta cara berhubungan dengan unit kerja lain. Taat terhadap
peraturan lainnya di perusahaan seperti aturan tentang apa yang boleh dan apa
yang tidak boleh dilakukan oleh para pegawai dalam perusahaan (Fitri et al.,
2021).
Secara teori, disiplin kerja dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
kinerja karyawan. Disiplin kerja melibatkan komitmen karyawan untuk memenuhi
tanggung jawab mereka dan melakukan tugas-tugas dengan tepat waktu.
Karyawan yang memiliki disiplin kerja yang tinggi akan cenderung lebih
terorganisir, mematuhi jadwal, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, yang
berpotensi meningkatkan kinerja karyawan. Semakin baik kondisi disiplin kerja di
perusahaan maka akan semakin meningkatkan kinerja karyawan. Sebaliknya,
semakin buruk kondisi disiplin kerja di perusahaan maka akan semakin
menurunkan kinerja karyawan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Putra dan Amrita (2017); Rosmana dan
Wahyuningsih (2023); Udiani dan Adnyani (2018) bahwa disiplin kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan